Selasa, 01 Juni 2021

UAS KEPRAMUKAAN

RESUME MATERI 1 SAMPAI 10

NAMA : MUHAMMAD ARDIANSYAH
NIM     : A1D118180

MATERI 1

"DASAR FILSAFAT METODE KEPADANDUAN"

      


1 Prinsip Kesukarelaan

 a. Pengertian Prinsip Kesukarelaan

Prinsip kesukarelaan adalah salah satu dari prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan menurut ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Gerakan Pramuka.  Kesukarelaan merupakan sikap laku atau perbuatan yang bukan karena paksa atau tekanantekanan dan yang dilandaskan pada sifat-sifat :

a.        ketulusan hati

b.        tanpa pamrih

c.        mengutamakan kewajiban daripada hak

d.       pengabdian

e.        tanggungjawab

Diterapkannya prinsip kesukarelaan dalam proses pendidikan kepramukaan karena merupakan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga adalah landasan hukum organisasi Gerakan Pramuka, oleh karena itu wajib dilaksanakan dan ditaati oleh setiap anggota Gerakan Pramuka.

Kesukarelaan merupakan faktor penting yang menentukan sikap laku baik pada anak/remaja/pemuda, maupun pada orang dewasa dalam Gerakan Pramuka, dalam hubungannya satu sama lain yang dapat menimbulkan suasana kekeluargaan yang akrab dan tertib. Orang dewasa dalam Gerakan Pramuka bertanggung jawab atas terlaksananya proses pendidikan kepramukaan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh, untuk, dan dipimpin anak/remaja/pemuda. Agar kegiatan-kegiatan itu dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan, maka orang dewasa harus mampu memberi pengarahan yang positif terhadap anak/remaja/pemuda melaksanakan kegiatan kepramukaan yang mereka rencanakan dan laksanakan. Prinsip kesukarelaan itu di dalam Gerakan Pramuka dilaksanakan dengan maksud untuk menjamin terbukanya jiwa para Pramuka menerima pengaruh orang dewasa dalam Gerakan Pramuka.

b. Pelaksanaan Prinsip Kesukarelaan

1.   Kesukarelaan harus menjadi dasar bagi seseorang untuk menjadi anggota Gerakan Pramuka. Kalau seseorang itu telah menjadi anggota Pramuka, maka atas dasar kesukarelaannya itu ia ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka.

2.   Seseorang itu adalah anggota Gerakan Pramuka dan mengenakan seragam Gerakan Pramuka serta menggunakan hak-haknya sebagai anggota Gerakan Pramuka, kalau :

a.   dengan sukarela mengucapkan janji sebagai kode kehormatan Pramuka dalam suatu pelantikan menjadi anggota Gerakan Pramuka.

b.   dengan sukarela mengikuti kegiatan-kegiatan dalam rangka memenuhi persyaratan umum sebelum dengan sukarela mengucapkan janji sebagai kode kehormatan Pramuka.

c.   dengan sukarela menyatakan kesanggupannya untuk ikut membina dan mengembangkan Gerakan Pramuka sebelum dengan sukarela mengucapkan janji sebagai kode kehormatan Pramuka.

3.   Kesukarelaan itu akan timbul dan berkembang pada setiap peserta didik dalam Gerakan Pramuka, kalau : a.   peserta didik merasakan suasana kekeluargaan yang akrab, cinta kasih, keadilan, kepantasan, kesanggupan berkorban, saling membantu, saling menghormati, disiplin dalam setiap satuan Pramuka b.   peserta didik merasa bahwa kegiatan kepramukaan itu baginya menarik, berguna bagi hidup dan penghidupannya, dihayati maksud, sasaran dan tujuannya serta dengan aspirasi, kebutuhan, situasi, dan kondisi peserta didik. 4.   Atas dasar uraian di atas tersebut, maka para pembina pramka dan semua orang dewasa harus mampu menciptakan faktor-faktor yang dapat menumbuhkan kesukarelaan pada peserta proses pendidikan dalam Gerakan Pramuka.

c. Tujuan Prinsip Kesukarelaan

Maksud diterapkannya prinsip kesukarelaan adalah untuk melaksanakan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga gerakan Pramuka. Tujuan prinsip kesukarelaan adalah agar pendidikan kepramukaan itu masuk pada setiap peserta didik, sehingga menjadi pengabdi masyarakat yang tulus hati, tanpa pamrih bertanggungjawab dan mengutamakan kewajiban daripada hak.

2 Prinsip Kode Kehormatan (Tri Satya dan Dasa Dharma)

 Kode kehormatan adalah suatu norma atau nilai-nilai luhur dalam kehidupan para anggota Gerakan Pramuka yang merupakan ukuran atau standar tingkah laku seorang anggota Gerakan Pramuka. Kode kehormatan di kalangan Gerakan Pramuka, terdiri dari dua macam kode, yaitu :

1. Janji (Satya) yang berupa Trisatya.

2. Ketentuan moral (darma) berupa dasadarma  

  TRISATYA

     Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :

1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.

2. menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.

3. menepati Dasadarma.

Di dalam Trisatya ada enam kewaiiban yaitu :

     1. Kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

     2. Kewajiban terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

     3. Kewajiban terhadap Pancasila.

     4. Kewajiban terhadap sesama hidup.

     5. Kewajiban terhadap masyarakat.

     6. Kewajiban terhadap Dasadarrna.

 Apa perbedaan Trisatya penggalang dengan Trisatya penegak, pandega dan anggota dewasa? Perbedaannya, jika pada Trisatya golongan penggalang tercantum kalimat mempersiapkan diri membangun masyarakat, maka pada Trisatya golongan penegak, pandega dan anggota dewasa kalimat tersebut berubah menjadi ikut serta membangun masyarakat.

DASA DHARMA 

    Pramuka itu :

1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

3. Patriot yang sopan dan kesatria.

4. Patuh dan suka bermusyawarah.

5. Rela menolong dan tabah.

6. Rajin. terampil. dan gembira.

7. Hemat, cermat, dan bersahaja.

8. Disiplin, berani, dan setia.

9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.

10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

            Dari Dasadarma, kita dapat menjabarkannya menjadi banyak sikap hidup (pola tingkah laku) sehari-hari, seperti misalnya :

 1. Yang sesuai dengan darma ke-1 :

·         Beribadah menurut agama masing-masing dengan sebaik-baiknya. Dengan menjalankan semua perintah - perintah-Nya serta meninggalkan segala laranganIarangan-Nya.

·         Patuh dan berbakti kepada orang tua.

·         Sayang kepada saudara, dsb.

2. Yang sesuai dengan darma ke-2 :

·         Menjaga kebersihan sanggar. kelas dan Iingkungan sekolah.

·         Ikut menjaga kelestarian alam, baik flora maupun faunanya.

·         Membantu fakir miskin, anak yatim piatu, orang tua jompo.

·         Mengunjungi yang sakit, dsb

3. Yang sesuai dengan darma ke-3 :

·         Mengikuti upacara sekolah atau upacara latihan dengan baik

·         Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.

·         Ikut serta dalam pertahanan bela negara.

·         Melindungi kaum yang lemah.

·         Belajar di sekolah dengan baik.

·         Ikut serta dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. dsb.

4. Yang sesuai dengan darma ke-4 :

·         Mengerjakan tugas-tugas dari guru. pembina atau orang tua dengan sebaik-baiknya.

·         Patuh kepada orang .tua, guru dan pembina.

·          Berusaha mufakat dalam setiap musyawarah.

·          Tidak mengambil keputusan yang tergesa-gesa, yang didapatkan tanpa melalui musyawarah

5. Yang sesuai dengan darma ke-5 : 

·         Berusaha menolong orang yang sedang mengalami musibah atau kesusahan.

·         Setiap menolong tidak meminta pamrih atau mengharapkan hadiah/imbalan.

·         Tabah dalam menghadapi berbagai kesulitan.

·         Tidak banyak mengeluh. dan tak mudah putus asa.

·         Bersedia menolong tanpa diminta, dsb.

6. Yang sesuai dengan darma ke-6 :

·         Tidak pernah membolos dari sekolah.

·         Selalu hadir dalam setiap latihan atau pertemuan pramuka.

·         Dapat membuat berbagai macam kerajinan atau hasta karya yang berguna.

·         Selalu riang gembira dalam setiap melakukan kegiatan atau pekerjaan. dsb.

7. Yang sesuai dengan darma ke-7 :

·         Tidak boros dan bersikap hidup mewah.

·         Rajin menabung.

·         Teliti dalam melakukan sesuatu.

·         Bersikap hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan.

·         Biasa membuat perencanaan setiap akan melakukan tindakan, dsb,

8. Yang sesuai dengan darma ke 8 :

·         Selalu menepati waktu yang ditentukan.

·         Mendahulukan kewajiban terlebih dahulu dibanding haknya.

·         Berani mengambil keputusan.

·         Tidak pernah mengecewakan orang lain.

·         Tidak pernah ragu-ragu dalam bertindak, dsb.

9. Yang sesuai dengan darma ke-9 :

·         Menjalankan segala sesuatu dengan sikap bersungguh-sungguh .

·         Tidak pernah mengecewakan orang lain.

·         Bertanggung-jawab dalam setiap tindakan, dsb.

10. Yang sesuai dengan darma ke-l0 :

·         Berusaha untuk berkata baik dan benar dan tidak pernah berbohong;

·         Tidak pernah menyusahkan atau mengganggu orang lain.

·         Berbuat baik kepada semua orang. dsb.

   

     Jadi dengan adanya kode kehormatan bagi Gerakan Pramuka, diharapkan pola tingkah laku atau tindakan para anggota Gerakan Pramuka akan menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan dan sasaran dari Pendidikan Gerakan Pramuka seperti tercantum dalam anggaran dasar Gerakan Pramuka.

3 Prinsip Sistem Penyesuaian Dengan Perkembangan Rohani/Jasmani, dan AD dan ART

a. Pengertian

AD/ART merupakan ketentuan dasar dan ketentuan operasional bagi suatu organisasi yg mencerminkan aspirasi, visi dan misi Gerakan Pramuka Indonesia Pengikat persatuan dan kesatuan Gerakan Pramuka dalam prinsip, idealisme, tindaklaku, baik organisatoris, sosial, maupun budaya Suluh & landasan gerak organisasi Gerakan Pramuka dalam mencapai tujuannya  Landasan manajemen & pemberdayaan sumberdaya Gerakan Pramuka. Fungsi AD/ART merupakan landasan kerja dan landasan gerak Gerakan Pramuka dalam mewujudkan visi dan misinya.

 

  

MATERI 2

“SEJARAH KEPANDUAN PERINTIS KEPANDUAN DUNIA,GAGASAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN”

 


A. SEJARAH KEPANDUAN DUNIA

1. Bapak Pandu Dunia

            Robert Stephenson Smyth Baden Powell adalah bapak pandu dunia yang lahir di kota London, Inggris, pada tanggal 22 Februari 1857. para pandu (pramuka) biasa memanggil beliau dengan sebuta Baden Powell atau BP (bee-pee/bipi). Nama kecil dari Baden Powell adalah Ste, Stepe atau Stephenson dan beliau baru dipanggil Robert atau Sir Robert setalah mendapat gelar kesatria dari Raja Inggris, yaitu Raja George V. Ayah dari Baden Powel adalah Prof. Domine Baden Powell seorang guru besar Geometri di Universitas Oxford, Inggris sedangkan ibu beliau bernama Henrietta Grace Smyth, seoarang puteri dari admiral kerajaan inggris yang terkenal yaitu William T. Smyth. Sudara Baden Powell berjumlah 9 orang, yaitu Warrington, George, Augustus, Frank, Pensore, Agnes, Henrietta, Jessie dan Baden Fletcher.

            Baden Powell menikah dengan Olave St. Calir Soames pada tahun 1912 pada saat mengadakan perjalanan keliling dunia untuk menemui para pandu diberbagai dunia. Baden Powell kali pertama bertemu dengan Olave di kapal Arcadian yang berlayar menuju Jamaika bersama ayahnya. Akhirnya Beliau dikarunia tiga orang anak, yaitu Peter, Heather dan Betty.

Sejarah Kepanduan Dunia

a.   Awal tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul “Scouting For Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian berdiri organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys Scout.

b.   Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes didirikan organisasi kepramukaan untuk wanita dengan nama Girl Guides yang kemudian diteruskan oleh istri beliau.

c.     Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan nama CUB (anak serigala) dengan buku The Jungle Book karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya. Buku ini bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang dipelihara di hutan oleh induk serigala.

d.    Tahun 1918 beliau membentuk Rover Scout bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Bahagia). Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju ke pantai bahagia.

e.  Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London. Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).

f.    Tahun 1914 beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru dapat terlaksana tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois Maclarren, beliau mendapat sebidang tanah di Chingford yang kemudian digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell Park.

g.   Tahun 1920 dibentuk Deewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya di London, Inggris dan tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia dipindahkan dari London ke Ottawa Kanada. Tanggal 1 Mei 1968 Biro kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke Geneva, Swiss.

h.    Sejak tahun 1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturut-turut oleh Hebert Martin (Inggris). Kolonel J.S. Nilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry (Kanada) yang pada tahun 1965 diganti oleh R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi oleh DR. Laszio Nagy sebagai Sekjen.

i.         Biro Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro kepramukaan Sedunia Putri bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di

B. Sejarah Pramuka di Indonesia

            Sejarah lahirnya gerakan Pramuka di Indonesia bermula pada masa dimana Indonesia dijajah oleh Belanda. Awal gerakan kepanduan ini bermula dari berdirinya cabang Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) yang kemudian berubah namanya menjadi Nederlands Indische Padvinders. Bapak kepanduan Indonesia ialah S.P. Mangkunegara yang memrakarsai berdirinya organisasi kepanduan milik Indonesia sendiri pada tahun 1916. Pada masa Jepang, gerakan ini dibubarkan karena pihak Jepang tidak menginginkan adanya sebuah organisasi yang dibuat tanpa ikut campur Jepang. Setelah Jepang pergi, gerakan Pramuka di Indonesia kembali aktif dan baru terbentuk sebagai Pramuka pada tahun 1961. Panitia untuk pembentukan gerakan Pramuka sendiri baru dibuat keputusannya pada tahun 1961 lewat keputusan Presiden Nomor 121 tahun 1961 tanggal 11 April 1961.

C. Sejarah Gerakan Pramuka Masa Penjajahan

            Berdirinya gerakan Pramuka di Indonesia diawali dengan munculnya cabang dari Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) pada tahun 1912. Organisasi yang juga baru berdiri pada tahun 1910 ini mampu mempertahankan eksistensinya hingga saat dimana Perang Dunia I pecah. Karena NPO memiliki kwartir besar sendiri, mereka kemudian memutuskan untuk mengubah nama mereka di tahun 1916 dan menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereeniging (NIVP). Pada tahun yang sama, S.P. Mangkunegara VII merencanakan untuk membuat organisasi kepanduan mereka sendiri. Hal ini dibuat nyata, dan organisasi mereka diberikan nama Javaansche Padvinders Organisatie (JPO) dan merupakan organisasi kepanduan yang pertama di tanah nusantara.

D. Gerakan Pramuka Pada Masa Republik Indonesia

            Pada bulan September 1945, beberapa tokoh dari gerakan kepanduan Indonesia memutuskan untuk melakukan pertemuan di Yogyakarta demi membentuk sebuah panitia baru sebagai sebuah panitia kerja dan wadah dari sebuah organisasi yang besar. Panitia baru ini kemudian dikenal sebagai Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia (KPPI) dan di saat yang sama segera menetapkan tanggal untuk melaksanakan sebuah kongres tentang kesatuan kepanduan. Kongres ini berlangsung pada tanggal 27 hingga 29 Desember dan berlokasi di Surakarta. Dan sebagai hasilnya, terbentuklah Pandu Rakyat Indonesia. Pandu Rakyat Indonesia menghadapi masa sulit ketika hendak berkembang. Salah satu alasan yang ada adalah penyerangan kembali Belanda mulai 17 Agustus 1984 dimana pada saat itu ada seseorang yang berencana menembak mati Soeprapto dan berhasil. Pada

E. Perkembangan Gerakan Pramuka

            Gerakan pramuka adalah organisasi kepanduan yang telah disesuaikan dengan keadaan dan kondisi Negara Indonesia. Istilah pramuka berasal dari bahasa sansekerta yaitu Praja yang berarti Rakyat/manusia, Muda artinya masih muda dan karana artinya berkarya/berpotensi. Istilah pramuka juga berasal dari bahasa jawa, yatiu poro muko yakni sebutan bagi pasukan yang berada pada posisi terdepan dalam suatu pertempuran. Kata ini diusulkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Istilah kepanduan juga mendunia hanya saja dengan sebutan yang berbeda, namun pada hakikatnya memiliki tujuan yang sama. Istilah Scouting, Padvinder, Kepanduan, dan Kepramukaan mengandung pengertian yang sama. Misalnya :

1.            Di Malaysia, disebut Persekutuan Pengakap Malaysia.

2.            Di Singapura. The Singapore Scout Association.

3.            Di Philipina, Kapatiran Scouting Philifinas.

4.            Di India, The Bharat Scouts and Guides.

5.            Di Amerika Serikat, Boys Scouts of America (BSA).

  

 

MATERI 3

BERDIRINYA KEPANDUAN NASIONAL INDONESIA, SEJARAH GERAKAN PRAMUKA”

 

A. Berdirinya Kepanduan Nasional

            Keberadaan Kepanduan di Indonesia yang kala itu masih dalam jajahan Belanda, tidak lepas dari gagasan Baden Powell yang menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia (saat itu bernama Hindia Belanda). Kepramukaan di Indonesia tidak lepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam melepaskan diri dari penjajahan.

·         Gerakan Kepanduan Pada Zaman Penjajahan Belanda

Gerakan kepanduan diadaptasi di negeri Belanda dengan nama Padvinder. Pada masa penjajahan Belanda, P.J Smith mendirikan Padvinder di Indonesia sebagai cabang Padvinder Belanda. Pada tahun 1914, beberapa perkumpulan kepanduan Belanda yang didirikan di Indonesia bergabung dalam NIPV (Netherland Indische Padvinder Vereniging, yang artinya Persatuan Pandu-Pandu Belanda), namun organisasi ini hanya dikhususkan bagi para anak Belanda.

Para tokoh pergerakan nasional Indonesia merasa tertarik dengan gagasan Baden Powell yang tertuang dalam buku Scouting for Boys, sehingga dibentuklah organisasi-organisasi kepanduan pribumi dengan tujuan salah satu organisasi kepramukaan di masa penjajahan. Hisbul Wathon merupakan membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Saat itu terdapat ratusan organisasi kepanduan pribumi, antara lain JPO (Javananse Padvinders Organizatie) yang didirikan pada tahun 1916 atas inisiatif SP Mangkunegara VII di Solo.JPO merupakan organisasi kepanduan nasional yang pertama. Hingga tahun 1922 organisasi kepanduan Indonesia tumbuh subur sebagai underbouw organisasi politik atau kemasyarakatan. Sejak para pelajar Indonesia yang bergabung dalam perkumpulan pelajar menaruh perhatiannya kepada kepanduan, maka bertambahlah jumlah perkumpulan kepanduan Indonesia.

Beberapa kepanduan nasional yang menjadi underbouw organisasi politik dan kemasyarakatan saat itu, antara lain Hisbul Wathon yang didirikan oleh Muhammadiyah pada tahun 1918 dipimpin oleh Djumairi; Wira Tamtama yang dibentuk oleh Sarikat Islam pada tahun 1920; Nationale Padvinderij didirikan oleh Boedi Oetomo pada tahun 1921, dipimpin olehDaslan Adiwarsito; Jong Java Padvinderij (JJP), didirikan oleh Jong Java pada tahun 1921; National Padvinderij Organisatie (NPO) didirikan tahun 1923 di Bandung; National Islamietische Padvinderij (NATIJIP), organisasi ini dibawah Jong Islamieten Bond dan didirikan tahun 1926; Serikat Islam Afdeling Padvinderij (SIAP), asalnya Wira Tamtama, didirikan tahun 1926; Pandu Kebangsaan (PK), pecahan dari JJP, didirikan tahun 1928; Jong Indonesia Padvinders Organisatie (JIPO), merupakan gabungan dari NPO dan JPO, didirikan pada tahun 1928; Pandu Indonesia (Pl), merupakan pecahan JIPO didirikan pada tahun 1928; Pandu Sumatra, dan masih
banyak lagi.

Melihat begitu banyaknya perkumpulan kepramukaan yang dibentuk pribumi, akhirnya Belanda melarang organisasi kepramukaan di luar milik Belanda menggunakan istilah Padvinder. Hal tersebut membuat salah satu tokoh pergerakan nasional, yaitu KH. Agus Salim berpikir mencari nama untuk mengganti nama Padvinder, akhirnya ia mengusung nama “Pandu” dan “Kepanduan”. Sumpah Pemuda dan Semangat Kepanduan.Adanya keinginan para pemuda untuk meleburkan atau melakukan fusi berbagai perkumpulan pemuda yang tadinya bersifat kedaerahan menjadi bersifat nasional, juga berdampak pada proses penggabungan kepanduan. Panitia fusi perkumpulan pemuda telah disetujui oleh Jong Java dan Pemuda Indonesia, dua perkumpulan yang terbesar di kalangan pemuda (Oktober 1928). Panitia tersebut merencanakan untuk mendirikan perkumpulan baru dengan nama “Indonesia Muda” yang tidak mengadakan bagian kepanduan. Putusan tersebut mempercepat proses penggabungan pandu kebangsaan menjadi satu kepanduan, yang lepas dari ikatan organisasi lain.

Pada tanggal 30 April 1938 KBI, SIAP, HW, dan NITIPIJ melakukan konferensi bersama, sehingga terbentuk Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI). Sebagai langkah pertama untuk melaksanakan tujuannya, maka BPPKI akan menyelenggarakan perkemahan umum secara besar-besaran.Dalam konferensi di Solo, BPPKI antara lain menetapkan akan mengadakan perkemahan besar ( AII Indonesian Jambore) sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan. Ternyata rencana tersebut mengalami beberapa perubahan, baik waktu pelaksanaannya maupun nama kegiatannya, yang kemudian disepakati diganti dengan “Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem” disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.

·         Kepanduan Pada Zaman Penjajahan Jepang

Pada zaman penjajahan Jepang partai dan organisasi rakyat Indonesia, termasuk gerakan kepanduan, dilarang berdiri. Namun, upaya menyelenggarakan PERKINO tetap dilakukan. Bukan hanya itu, semangat kepanduan tetap menyala di dada para anggotanya. Pemerintahan pendudukan Jepang melarang kepanduan tumbuh di Indonesia, karena khawatir dengan nilai persatuan yang terdapat dalam kepanduan.

Pada tanggal 6 Februari 1943 berbagai perkumpulan kepanduan yang telah dibubarkan berhasil mengadakan PERKINDO 11 di Jakarta. Tetapi ternyata pemerintah militer Jepang sudah mempunyai maksud tertentu, Gerakan Kepanduan Indonesia tidak boleh dilangsungkan, dan sebagai gantinya anak-anak dan pemuda Indonesia dimasukkan dalam gerakan “Keibodan dan Seinendan”.

·         Kepanduan Pada Awal Kemerdekaan

Setelah masa kemerdekaan dibentuklah organisasi kepanduan yang bersifat nasional, yang terbentuk melalui kongres pada tanggal 27-29 Desember di Solo. Pada tanggal 28 Desember 1945 dideklarasikan Pandu Rakyat Indonesia di Solo. Saat itu Pandu Rakyat Indonesia menjadi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia. yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947. memutuskan untuk menerima konsepsi baru, yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupkan kembali bekas organisasinya masing-masing, sehingga Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia. Dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya wadah kepanduan di Indonesia. Keputusan nomor 93/Bag. Tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah.

Pada tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia  (IPINDO) sebagai suatu federasi.Pada 1953 IPINDO berhasil menjadi anggota kepanduan sedunia. IPINDO merupakan federasi bagi organisasi kepanduan putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedua federasi ini pernah bersama sama menyambut singgahnya Lady Baden Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.

Tanggal 10 20 Agustus 1955 IPINDO menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu Jakarta. Kemudian, bulan Januari 1957 IPINDO menyelenggarakan seminar di Tugu, Bogor sebagai upaya menjamin kemurnian dan kelestarian hidup kepanduan. Seminar ini menghasilkan rumusan yang dapat dijadikan acuan bagi setiap gerakan kepanduan di Indonesia, sehingga kepramukaan yang ada dapat dipersatukan. Pada bulan November 1958, Pemerintah RI melalui Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan topik “Penasionalan Kepanduan”.

Tahun 1959 PKPI (Persatuan Kepanduan Putri Indonesia) menyelenggarakan perkemahan besar untuk puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Pada tahun ini juga IPINDO mengirimkan kontingennya ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina. Menyadari kelemahan yang  ada ketiga federasi tersebut akhirnya meleburkan diri menjadi PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia). Namun ternyata Perkindo sendiri kurang solid sehingga dimanfaatkan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pionir Muda seperti di negara komunis lainnya. Mulai tahun 1960-an, berbagai pihak termasuk pemerintah dan MPRS melakukan berbagai upaya untuk melakukan penertiban organisasi kepanduan termasuk upaya untuk mendirikan Gerakan Pramuka.

B. Sejarah Berdirinya Gerakan Pramuka

·         Kelahiran Gerakan Pramuka

Pada hari Kamis malam tanggal 9 Maret 1961 Presiden Soekarno mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbarui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka.

Presiden Soekarno menunjuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka yang terdiri dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Profesor Prijono (Menteri P dan K), Dr.A. Azis Saleh (Menteri Pertanian), dan Achmadi (Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa). Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA.

Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka. Keppres ini menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia. Peristiwa ini  kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA. Keppres Nomor 238 Tahun 1961 ini ditandatangani oleh Perdana Menteri Ir. Juanda sebagai Pejabat Presiden, karena Presiden Soekarno saat itu sedang berkunjung ke Jepang.

Pada tanggal 30 Juli 1961, bertempat di Istora Senayan tokoh-tokoh organisasi kepanduan di Indonesia menyatakan dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.

 Pada tanggal 14 Agustus 1961, dilakukan Pelantikan Mapinas (Majelis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, dilanjutkan penganugerahan Panji-panji Kepramukaan dan defile Pramuka untuk memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat yang diikuti oleh sekitar 10.000 Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA yang diperingati hingga sekarang.

Mapinas saat itu diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno (Presiden RI) dengan Wakil Ketua 1, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh. Sementara Kwarnas, diketuai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari. Perkembangan Gerakan Pramuka  Kemajuan Gerakan Pramuka akibat dari sistem Majelis Pembimbing yang dijalankan di tiap tingkat, dari tingkat Nasional sampai tingkat Gugus Depan. Mengingat kira-kira 80 % penduduk Indonesia tinggal di pedesaan dan 75 % adalah petani, maka tahun 1961 Kwarnas Gerakan Pramuka menganjurkan supaya para pramuka mengadakan kegiatan di bidang pembangunan desa. Pelaksanaan anjuran ini terutama di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat menarik perhatian pimpinan masyarakat. Tahun 1966 Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional mengeluarkan instruksi bersama pembentukan Satuan Karya Taruna Bumi. Kemudian, diikuti munculnya saka Bhayangkara, Dirgantara dan Bahari.

Untuk menghadapi problema sosial yang muncul maka pada tahun 1970 menteri Transmigrasi dan Koperasi bersama dengan Ka Kwarnas mengeluarkan instruksi bersama tentang partisipasi gerakan pramuka di dalam penyelenggaraan (transmigrasi dan koperasi. Kemudian, perkembangan gerakan pramuka dilanjutkan dengan berbagai kerjasama untuk peningkatan kegiatan dan pembangunan bangsa dengan berbagai instansi terkait.

·         Gerakan Pramuka Indonesia

Gerakan Pramuka Indonesia tergabung dalam World Organisation Scout Movement (WOSM). Namun, dalam praktiknya memiliki ciri khas tersendiri. Pendidikan berwawasan kebangsaan Indonesia ditanamkan sejak tingkatan awal (Pramuka Tingkat Siaga) hingga tingkatan tertinggi (Pramuka Tingkat Pandega). Pendidikan Pramuka yang merupakan pendidikan nonformal adalah sebagai salah pendidikan yang dilaksanakan di luar sekolah yang banyak menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

Gerakan Pramuka adalah gerakan yang baru, organisasi baru, yang disahkan dengan Surat Keputusan Presiden No.238 Tahun 1961 dengan tujuan, corak, tugas, fungsi dan bekerja yang baru. Bukan merupakan lanjutan dari salah satu organisasi kepanduan yang ada sebelum Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka Indonesia merupakan gerakan yang mengembangkan kepribadian nasional bukan jiplakan dari luar negeri.

Gerakan Pramuka Indonesia merupakan organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Dalam buku Mengenal Dunia Pramuka Indonesia (2012) karya Sam Rizky, sejarah pramuka menggunakan nama Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) pada 1912. Saat Perang Dunia I berlangsung, Belanda memiliki kwartir besar yang kemudian berganti nama menjadi Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV).

NIPV artinya Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda pada 1916. Organisasi tersebut dikhususkan untuk pandu-pandu Hindia Belanda dan pribumi dilarang untuk mengikuti karena dianggap akan menjadi wadah aspirasi terhadap kemerdekaan Indonesia. Tergerak hatinya, Sultan Pangeran Mangkunegaran VII memprakarsai berdirinya sebuah organisasi kepanduan bernama Javanese Padvinders Organisatie (JPO) di Surakarta. Organisasi JPO mendorong banyak pemuda untuk mendirikan kepanduan lainnya.

Tujuan Gerakan Pramuka adalah sebagai wadah kegiatan kepemudaan di Indonesia yang bertujuan untuk membentuk kader-kader pembangunan yang berjiwa Pancasila. Menurut Keputusan Presiden No. 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka, Gerakan Pramuka sebagai satu satunya badan di wilayah NKRI yang diperbolehkan menyelenggarakan kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia; organisasi lain yang menyerupai, yang sama, dan sama sifatnya dengan Gerakan Pramuka dilarang adanya.

 

   

MATERI 4

“LIMA FAKTOR PENDIDIKAN KEPANDUAN; DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN, PENDIDIKAN, ANAK DIDIK, LINGKUNGAN PENDIDIKAN DAN BAHAN-BAHAN PENDIDIKAN”

A. Dasar dan Tujuan Pendidikan Pendidikan Kepanduan

Dasar pendidikan kepanduan pramuka meliputi sebagai berikut:

1.      Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka.

2.      Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961 Tentang Gerakan Pramuka.

3.      Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118 tahun 1961 Tentang Penganugerahan Pandji kepada Gerakan Pendidikan Kepanduan Pradja Muda Karana.

4.    Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 Tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.

5.    Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 203 tahun 2009 Tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Tujuan pendidikan kepanduan pramuka meliputi sebagai berikut: Terdapat pada Undang  –   Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka menjelaskan bahwa tujuan gerakan  pramuka  pramuka adalah gerakan gerakan pramuka pramuka yang bertujuan bertujuan untuk membentuk membentuk setiap pramuka:

1.       Memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa  patriotik, taat hukum,  patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangs nilai-nilai luhur bangsa,  berkecakapan  berkecakapan hidup, sehat jasmani, jasmani, dan rohani serta kepedulian kepedulian terhada terhada lingkungan hidup

2.       Menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada  Negara  Negara Kesatuan Kesatuan Republik Republik Indonesia Indonesia serta menjadi menjadi anggota anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan.

Mengacu Permendikbud RI Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013, lampiran III dijelaskan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka pada satuan pendidikan adalah untuk:

1.      Meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik.

2.      Mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan  pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya

Melihat tujuan gerakan pramuka di atas sangat jelas bahwa gerakan  pramuka menjadi salah satu  pramuka menjadi salah satu wadah bagi generasi wadah bagi generasi kaum untuk pendidikan aum untuk pendidikan karakter. Pendidikan karakter bagi generasi muda sangatlah penting, hal ini bertujuan supaya generasi pelanjut masa depan bangsa ini memiliki  jiwa nasionalisme nasionalisme yang tinggi, tinggi, cinta tanah air sekaligus sekaligus berjuang berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta mempunyai akhlak yang mulia.

B. Pendidikan Kepanduan

Pendidikan adalah usaha sadar menyiapkan peserta didik melalui kegiatan  bimbingan,  bimbingan, pengajaran pengajaran atau latihan latihan bagi peranannya peranannya di masa yang akan datang. datang. Sedangkan pendidikan dalam arti luas adalah menjadikan peserta didik sebagai manusia yang mandiri, peduli, bertanggung jawab dabn berpegang teguh pada nilai dan norma masyarakat. Pendidikan dalam arti luas yang bertumpu pada empat sendi yaitu :

1.      Belajar mengetahui (Learning to know) untuk memiliki pengetahuan umum yang cukup luas dan untuk dapat bekerja secara mendalam dalam beberapa hal.

2. Belajar berbuat (Learning to do) bukan hanya untuk memperoleh memperoleh kecakapan/keterampilan, kerja, melainkan juga untu  memiliki keterampilan hidup yang luas, termasuk hubungan antar pribadi dan hubungan antar kelompok.

3.      Belajar hidup bermasyarakat (Learning together) untuk  menumbuhkan pemahaman pemahaman orang lain, menghargai menghargai saling ketergantungan, ketergantungan, keterampilan keterampilan dalam kerja kelompok dan menyelesaikan pertentangan-pertentangan, serta menghormati nilai-nilai kemajemukan (pluralisme), saling pengertian,  perdamaian dan keadilan.

4.      Belajar menjadi seseorang (Learning to be) agar dapat lebih mengembangkan watak serta dapat bertindak dengan otonomi/kemandirian berpendapat dan  bertanggung jawab.

Pendidikan dalam kepramukaan diartikan secara luas yaitu suatu proses  pembinaan  pembinaan dan pengembangan pengembangan sepanjang sepanjang hayat dan berkesinambungan berkesinambungan atas kecakapan yang dimiliki peserta didik, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat. Proses pendidikan dalam kepramukaan pada saat peserta didik asyik melalukan kegiatan yang menarik, menyenangkan yang rekreatif dan menantang. Pada saat itu, pembina pramuka memberikan bimbingan dan  pembinaan watak.

C. Anak Didik

Anak didik yaitu peserta didik yang terdapat dalam proses pendidikan. Dalam kegiatan kepramukaan peserta didik yang mengikuti kegiatan digolongkan menjadi empat golongan, yaitu: Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega. Dalam setiap golongan peserta didik akan dikelompokkan menjadi beberapa kelompok adapun sebutan untuk golongan siaga adalah Barung, golongan penggalang adalah Regu, golongan penegak adalah sangga untuk pandega tidak ada ketentuan hanya saja sering di sebut Reka. Dan dalam kelompok tersebut terdapat pimpinan yang di sebut Pinrung (siaga), Pinru (penggalang), dan Pinsa (Penegak). Pimpinan tersebut bertugas untuk mengkoordinir kelompok tersebut. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikanbaik pendidikan fomal, informal maupun non formal.

Kaitannya dengan pramuka, maka yang disebut dengan peserta didik yang berusia 7-10 tahun disebut pramuka siaga, peserta didik yang berusia 11-15 tahun disebut pramuka penggalang, peserta didik yang  berusia 16-20 tahun disebut pramuka penegak, dan peserta didik yang berusia eserta didik yang berusia 21- 25 disebut pramuka pandega.

Memahami peserta didik merupakan sikap pembina pramuka, pelatih pembina  pramuka dan pemimpin kwartir yang harus dimiliki dan dilakukan karena an dilakukan karena dengan mengetahui aspirasi/tuntutan peserta didik dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam penyususnan program peserta didik, maka kegiatan kepramukaan akan dapat memenuhi kebutuhan dan minat mereka sehingga kegiatan kepramukaan yang disajikan menjadi kegiatan yang menarik dan menyenangkan.

1)      Kebutuhanan dan aspirasi (tuntutan) peserta didik dalam diri antara lain:

a.       Adanya tempat dan kesempatan yang menyenangkan memperoleh kegiatan yang menyenangkan.

b.      Dorongan naluri untuk memperoleh kebutuhan kebebasan berfikir,  berpendapat, dan berprestasi.

c.       Hak asasi untuk memperoleh pembinaan, bimbingan dan kasih sayang dari orang dewasa, orang tua dan masyarakat.

d.      Pengembangan bakat.

e.       Penegembangan minat.

f.       Peningkatan kemampuan dan kecakapan.

g.      Pencapaian cita-cita.

h.      Peningkatan daya cipta (kreativitas).

i.        Daya pembaharuan (inovasi).  

j.        Cipta, rasa, karsa dan karya.

k.      Hasrat hidup, berjasa dan berbakti.

2)      Tugas-tugas perkembangan

a.       Tugas-tugas perkembangan anak seusia pramuka siaga antara lain:

1)      Belajar keterampilan fisik.

2)      Membentuk sikapa hidup sehat (mengenai dirinya sendiri).

3)      Belajar bergaul dengan teman-teman sebaya.

4)      Membentuk keterampilaqn dasar yaitu membaca, menulis dan  berhitung.

5)      Membentuk konsep-konsep yang perlu untuk sehari-hari.

6)      Membentuk hati nurani, nilai moral, dan Membentuk hati nurani, nilai moral, dan nilai sosia nilai sosial.

7)      Memeperoleh kebebasan pribadi.

8)      Membentuk sikap-sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan institusi.  

b.      Tugas-tugas perkembangan remaja seusia pramuka pengalang antara lain:

1)      Berfikir kritis.

2)      Mudah terjadi identifikasi yang sangat emosional.

3)      Minat dan aktivitas mulai mencerminkan jenis-jenis secara lebih.

4)      Dorongan kuat untuk ekspansi diri dan berkembang.

5)      Pengaruh kelompok sebaya sangat besar.

6)      Memerlukan dukungan emosional orang tua bila mengalami kekecewaan dalam bergaul.

7)      Menyenangi perilaku yang penuh kejutan dan tantangan.

c.       Tugas-tugas perkembangan remaja lanjut, seusia pramuka penegak dan  pandega antara lain:

1)      Menerima keaadan fisik.

2)      Memperoleh kebebasab emosional.

3)      Mampu bergaul.

4)      Menentukan model/untuk identifikasi.

5)      Mengetahui dan menerima kemampuan sendiri.

6)      Memperkuat penguasaan diri atyas dasar skala nilai norma.

3)      Usaha-usaha untuk memenuhi kebutuhan peserta didik antara lain:

a.       Memahami tugas perkembangan peserta didik yang dibinanya, agar kegiatan yang disajikan dapat mengembangkan aspek-aspek psikologis yang berkembang pada peserta didik

b.      Memperhatikan apa yang diinginkan atau diminati oleh peserta didik.

c.       Memperhatikan minat, sifat, kondidi kemampuan peserta didik.

d.      Menyusun acara kegiatan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

e.       Mengembangkan minat peserta didik untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kecakapan melalui SKU, SKK, SPG untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri.

f.       Menyelenggarakan kegiatan yang mengarah pada kegiatan beragamaan,  pemeliharaan  pemeliharaan kesehatan, kesehatan, kegiatan kegiatan seni budaya, budaya, kegiatan kegiatan produktif, kegiatan bakti masyarakat, kegiatan yang dapat mengembangkan ketahanan spiritual, fisik, intelektual, emosional dan sosial.

D. Lingkungan Pendidikan Kepanduan

Lingkungan pendidikan adalah tempat berlangsungnya proses pendidikan mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Sebab bagaimanapun bila berbicara tentang lembaga pendidikan sebagai wadah berlangsungnya pendidikan, maka tentunya akan menyangkut masalah lingkungan dimana pendidikan tersebut dilaksanakan. Ketiga lembaga tersebut dituntut melakukan kerjasama diantara mereka baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan saling tertopangnya kegiatan yang sama secara mandiri atau bersama-sama. Hal ini sesuai dengan apa yang ada dalam ketetapan MPR No. IV/MPR/1978, yaitu : pendidikan  berlangsung  berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dilaksanakan di dalam lingkungan lingkungan keluarga, keluarga, sekolah dan masyarakat.

Lingkungan pendidikan kepramukaan sama halnya dengan lingkungan  pendidikan  pendidikan pada semestinya, semestinya, pendidikan pendidikan kepramukaan kepramukaan dapat dilakukan dilakukan di dalam di dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Tetapi di kegiatan kepramukaan lebih sering berada diluar kelas (outdoor), yang mana diharapkan dari kegiatan diluar kelas ini siswa diharapkan dari kegiatan diluar kelas ini siswa mampu mampu belajar dari alam.

E. Bahan Pendidikan Kepanduan

Bahan pendidikan adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, baik  berupa bahan tertulis  berupa bahan tertulis seperti hand out, seperti hand out, buku, modul, lembar buku, modul, lembar kerja, brosur, leaflet, kerja, brosur, leaflet, wallchart maupun bahan tidak tertulis seperti video/film, VCD, radio, kaset, CD interaktif berbasis komputer dan internet. Bahan ajar dalam bentuk tertulis  berupa materi yang  berupa materi yang harus dipelajari siswa sebagai harus dipelajari siswa sebagai sarana untuk mencapa sarana untuk mencapai standar.

kompetensi dan kompetensi dasar. Materi pembelajaran tersebut berupa  pengetahuan,  pengetahuan, keterampilan, keterampilan, dan sikap yang harus diajarkan diajarkan oleh pendidik pendidik dan harus dipelajari oleh mahasiswa untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar.

Penggunaan bahan ajar dalam pembelajaran kepanduan juga sangat mendukung untuk pencapaian keberhasilan guru atau kakak pembina dalam mengajar. Adapun contoh bahan yang diperlukan seperti : peluit, tongkat,  bendera, tenda, dll.

MATERI 5

STRUKTUR ORGANISASI PRAMUKA, PERANAN MAJELIS PEMBIMBING, FUNGSI KWARTIR-KWARTIR, GUGUS DEPAN

1 Struktur Organisasi Gerakan Pramuka

 


Gambar 1 (Struktur Organisasi Gerakan Pramuka)

       

a.       Jenjang organisasi

1)        Anggota gerakan pramuka : Pramuka dihimpun dalam gugus depan-gugus depan yang ada di wilayah desa atau kelurahan.

2)        Ranting-ranting : cabang yang meliputi suatu wilayah kabupaten dan kota.

3)        Gugus depan : Dihimpun di dalam ranting yang meliputi suatu wilayah kecamatan.

4)        Cabang-cabang : Dihimpun di dalam daerah yang meliputi seluruh wilayah Republik Indonesia

b.      Peranan majelis pembimbing kepramukaan

1)        Majelis Pembimbing  adalah suatu badan dalam Gerakan Pramuka yang memberi bimbingan dan bantuan moril, organisatoris, material dan finansial kepada gudep/satuan/kwartir bersangkutan.

2)        Majelis Pembimbing wajib mengadakan rapat konsultasi secara periodik dengan gudep/satuan/kwartir bersangkutan.Majelis Pembimbing Satuan Karya Pramuka ada di tingkat Satuan Karya Pramuka.

 c.       Tugas pokok majelis pembimbing gerakan pramuka

1)        Kata-kata “memberi bimbingan” yang dimaksud mengandung makna memberi arahan, saran, nasehat, dan dukungan moral terhadap Gerakan Pramuka.

2)        Kata-kata “memberi bantuan” yang dimaksud mengandung makna membuka jalan, mengusahakan kesempatan, fasilitas, dana serta memberi peluang agar Gerakan Pramuka mendapat akses untuk memperoleh bantuan dari pemerintah dan masyarakat.

3)        Kata-kata “konsultasi” yang dimaksud mengandung arti bahwa Gugus Depan, Satuan, dan Kwartir dapat berkonsultasi mengenai permasalahan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan citra positif Gerakan Pramuka.

d. Fungsi majelis pembimbing gerakan pramuka

1)      Fungsi bimbingan : Menentukan arah kegiatan Kepramukaan, terhadap ketentuan-ketentuan dalam Anggaran  Dasar  dan Anggaran Rumah  Tangga Gerakan Pramuka.

2)      Fungsi partisipasi : Berpartisipasi aktif dalam segala kegiatan dalam usahanya memberi pembinaan peningkatan dan pengembangan Gerakan Pramuka secara  aktif berusaha mengatasi  kesulitan  dan hambatan yang  dihadapi.

3)      Fungsi bantuan : Mendukung Gerakan Pramuka mengusahakan fasilitas-fasilitas, moril, finansiil, maupun materiil yang diperlukan oleh Kwartir atau Satuan-satuan Pramuka di Gugus Depan.

  

 

MATERI 6

KIASAN DASAR.  SISTEM DAN METODE KEPENDIDIKAN KEPRAMUKAAN”

a)    Kiasan Dasar Pramuka

Kiasan dasar adalah simbol-simbol yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan. Kiasan dasar pramuka terdiri dari :

1)      Siaga.

2)      Penggalang.

3)      Penegak.

4)      Pandega .

b)   Kesukarelaan, Janji, dan Ketentuan Moral

1)      Kesukarelaan

Kesukarelaan ialah salah satu dari prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan berdasarkan ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah gerakan pramuka.

2)      Janji

Kode kehormatan pramuka yang terdiri atas janji yang disebut satya pramuka dan ketentuan moral yang disebut darma pramuka. Satya pramuka diucapkan secara sukarela oleh calon anggota atau pengurus gerakan pramuka dikala peresmian menjadi anggota atau pengurus.

3)      Ketentuan moral

Kode kehormatan pramuka dalam bentuk ketentuan moral yang disebut dharma adalah alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur.

c)    Sistem Beregu

Sistem beregu dilaksanakan agar anggota muda memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin, mengatur dan diatur, berorganisasi, memikul tanggung jawab serta bekerja dan bekerjasama dalam kerukunan.

d)   Tanda Kecakapan

Tanda kecakapan adalah bukti yang diberikan kepada Pramuka yang telah menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kepramukaan serta telah memiliki keterampilan tertentu. Sistem tanda kecakapan bertujuan mendorong dan merangsang para Pramuka agar secara bersungguh-sungguh menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kepramukaan serta memiliki berbagai keterampilan tertentu.

e)    Permainan Pendidikan

Permainan merupakan satu cara yang tidak kelihatan, cara yang amat halus dalam pembentukan watak anak. Ada beberapa macam permainan pendidikan yaitu :

1)      Permainan kelompok.

2)      Permainan ramai.

3)      Permainan tenang.

4)      Permainan indra.

5)      Permainan untuk mencapai syarat SKU.

f)    Kesesuaian Jiwa dan Keprasahajaan Hidup

Prinsip keprasahajaan hidup dalam pramuka adalah prinsip hidup seorang anggota pramuka untuk hidup dengan sederhana dan wajar serta sikap mental seseorang untuk menggunakan harta bendanya secara ofisien dan sesuai fungsi sosialnya.

g)   Perkembangan Rasa, Kara, dan Karya

Cipta, rasa dan karsa termasuk dalam Dasa Darma Pramuka, yaitu dalam makna yang terkandung Dasa Darma Pramuka ayat 2, cinta alam dan kasih sayang manusia. Pada intinya, seluruh manusia, termasuk anggota Pramuka diharapkan dapat menggunakan seluruh inderanya untuk mengetahui makna seluruh ciptaan Tuhan.

 

 

 

MATERI 7

“ADMINISTRASI KEPRAMUKAAN”

A. Pengertian Administrasi

Administrasi dalam arti luas, adalah pengelolaan satuan yang meliputi : perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan kepramukaan di satuan.

Administrasi dalam arti terbatas (sempit) ialah meliputi penataan dan penertiban secara tertulis atau kegiatan-kegiatan yang disebut tata usaha dalam Gugus Depan Gerakan Pramuka. Menurut KBBI, Administrasi adalahusaha dan kegiatan yang meliputi penetapan tujuan serta penetapan cara-cara penyelenggaraan pembinaan organisasi.

B. Fungsi Administrasi

1.    Untuk melaksanakan pengawasan, terhadap semua pekerjaan harus dilakukan menurut ketentuan.

2.    Sebagai pedoman pokok yang harus dilaksanakan untuk ditetapkan di lingkungan Organisasi Gerakan Pramuka.

3.    Pedoman pelaksanaan program kerja selama satu periode.

4.    Mengetahui perkembangan dewan ambalan.

5.    Mengetahui perkembangan anggota ambalan, seperti keaktifan atau pencapaian SKU.

6.    Data/arsip sejarah ambalan sebagai bahan masukan pembuatan program kerja kedepan.

C. Penggolongan Administrasi

Untuk mencapai tujuan, maka hal-hal yang berkaitan dengan tulis menulis, maka di golongkan sebagai berikut :

a.    Catatan

b.    Laporan

c.    Perencanaan, rencana dan program

d.   Keputusan

e.    Surat menyurat

D. Surat Menyurat

Surat adalah suatu alat penyampaian berita secara tertulis yang berisi pemberitahuan, pernyataan permintaan dan lain-lain kepada pihak lain.

1)      Kearsipan

Adalah proses pengaturan dan penyimpanan surat-surat secara sistimatis, sehingga bila dibutuhkan akan dapat diketemukan dengan cepat dan tepat. Surat yang masuk maupun keluar disimpan dalam suatu file atau filing kabinet yang disusun secara teratur. Ada berbagai macam sistim penyimpanan, antara lain: 1. Sistim Abjad 2. Sistim Subyek 3. Sisitim Geografis 4. Sistim Nomor 5. Sistim Kronologis.

2)      Penyusunan Laporan

Laporan merupakan suatu bentuk pertanggung jawaban tertulis, yang berfungsi sebagai sumber informasi dalam hal mengetahui hasil yang dicapai dan pengambilan keputusan selanjutnya. Berikut ini sistimatika/batang tubuh laporan yang sering dipergunakan:

1.    Pendahuluan.

a.       Menyangkut latar belakang

b.      Masalah pokok laporan

c.       Sistimatika pelaporan

2.    Dasar hukum

3.    Maksud dan Tujuan kegiatan

4.    Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan

5.    Sistimpenyelengaraan

6.    Faktor Pendukung dan Permasalahan yang dihadapi

7.    Kesimpulan

8.    Saran

3)      Penyajian Administrasi dan Data Satuan

Administrasi dan data digugus depan sangat bermanfaat bagi seorang Pembina maupun anggota, yaitu:

1.    Mempermudah dalam tata kerja maupun mengambil keputusan.

2.    Sebagai gambaran/visualisasi gugus depan.

3.    Sumber Pustaka dan sebagai bahan pembanding.

4.    Dapat melaksanakan pendidikan dan kegiatan sesuai yang direncanakan.

5.    Mengetahui kemampuan dan perkembangan yang dimiliki anggota Pramuka.

6.    Sebagai alat mencapai tujuan Gerakan Pramuka

4)      Jenis Buku Administrasi Dalam Gugus Depan

1.    Buku pegangan pengurus

Berisi tentang semua hal yang perlu diketahui oleh pengurus dewan ambalan/racana, khususnya yang menjadi pengurus harian (ketua, sekretaris, bendahara dan ketua bidang-bidang). Termasuk didalamnya, tata laksana/AD-ART, job description atau pembagian tugas, time schedule program kerja dan petunjuk pengelolaan kesekretariatan.

2.    Buku induk anggota

Berisi data pribadi semua anggota, seperti curriculum vitae/data diri, penilaian keaktifan berkala, pencapaian SKU (syarat kecakapan umum) atau SKG (syarat kecakapan pramuka garuda), dll

3.      Buku catatan harian/ log book

Berisi catatan semua kejadian penting dalam ambalan. Lebih baik jika dilengkapi dengan dokumentasi kegiatan. Dari buku ini tercatat kronologis semua kegiatan baik kecil maupun besar yang telah dilaksanakan oleh ambalan.

4.      Buku risalah rapat/ pertemuan/ Notula

Berisi data dan hasil setiap rapat yang diadakan baik oleh pengurus harian, rapat bidang atau rapat pleno yang diikuti oleh seluruh anggota ambalan. Meskipun ada banyak bidang, sebaiknya buku risalah rapat tetap menjadi satu.

5.      Buku arsip surat masuk dan keluar serta buku ekspedisi

Untuk mencatat surat-surat yang masuk serta yang keluar. Buku ekspedisi adalah catatan ketika ambalan menugaskan pengurusnya untuk mengirim surat keluar.

6.      Buku inventaris dan peminjam anbarang

Inventarisasi sebaiknya dilakukan secara berkala minimal setiap bulan dan hasilnya dicatat dalam buku ini. Peminjaman barang inventaris sebaiknya disediakan memo khusus yang harus disetujui oleh pihak yang berwenang (misalnya kerani atau staff kesekretariatan bagian inventaris).

7.      Buku catatan keuangan

Catatan keuangan yang dikelola oleh juru uang (bendahara) dan setiap bulan dilaporkan secara terbuka dalam rapat pengurus harian.

8.      Buku tamu

Untuk mencatat setiap ada pengunjung bukan anggota ambalan/ racana yang memiliki keperluan tertentu. Misalnya memasukkan surat edaran, meminjam alat, study banding atau keperluan lainnya

  

 

Materi 8

“Fungsi Dan Peranan Kepramukaan Dalam Proses Pendidikan Bangsa;

(Tugas Pokok Gerakan Pramuka, Pelaksanaan Pendidikan Kepramukaan,

Dan Sifat Kepramukaan)”

 

A. Fungsi Gerakan Pramuka

 1. Fungsi

      Sebagai sebuah organisasi, gerakan pramuka memiliki fungsi. Fungsi gerakan pramuka tersebut selaras dengan tugas pokok gerakan pramuka. Fungsi gerakan pramuka adalah sebagai penyelenggara pendidikan nonformal di luar sekolah dan di luar keluarga. Pendidikan tersebut menjadi wadah pembinaan dan pengembangan kaum muda dengan ciri khusus. Ciri khususnya adalah penerapan prinsip dasar kepramukaan, metode kepramukaan, dan sistem among.

      Selain sebagai penyelenggara pendidikan nonformal, gerakan pramuka juga berfungsi sebagai wadah untuk mencapai tujuan gerakan pramuka. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan berbagai usaha yang meliputi :

1.      Pendidikan dan Pelatihan Pramuka

2.      Pengembangan Pramuka

3.      Pengabdian masyarakat dan orang tua

4.      Permainan yang berorientasi pada pendidikan

            Kepramukaan merupakan proses pendidikan dengan bentuk kegiatan yang menarik, menyenangkan, sehat, teratur yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan, yang sasaranya adalah pembentukan karakter peserta didiknya. Serta proses kegiatan belajar mandiri untuk mengembangkan diri, baik mental, moral, emosional, sosial sebagai individu maupun anggota masyarakat.

B.  Tugas Pokok Gerakan Pramuka

1.      Tugas pokok gerakan pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia menuju ke tujuan gerakan pramuka sehinga dapat membentuk tenaga kader pembangunan yang berjiwa pancasila dan sanggup serta mampu menyelengarakan pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara.

2.      Dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan tersebut gerakan pramuka selalu memperhatikan keadaan, kemampuan, kebutuhan, serta minat peserta didiknya

3.      Ada dua tugas lain yang perlu diperhatikan yakni:

·         Gerakan pramuka berkewajiban melaksanakan “Eka Prasetia Panca Karsa”.

Karena kepramukaan bersifat nasional, maka kegiatan gerakan pramuka harus disesuaikan dengan kepentingan nasional. Kepentingan nasional bangsa Indonesia ini tercantum dalam “Garis Besar Haluan Negara”.  Gerakan pramuka dalam rangka ikut serta dalam membentuk pelaksanaan GBHN tersebut selalu mengikuti kebijakan pemerintah dan segala peaturan perundang-undangannya.

·         Gerakan pramuka hidup dan bergerak ditengah masyarakat dan berusaha membentuk tenaga kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Oleh karena itu gerakan pramuka juga harus memperhatikan keadaan, kemampuan, adat, dan harapan masyarakat, dalam hal ini termasuk jua orang tua peserta pramuka. Sehingga gerakan pramuka terutama pada satuan-satuannya dapat menyiapkan tenaga pramuka sesuai dengan apa yang diharapkan orang tua peserta pramuka dan masyarakat setempat.

·          Dalam pelaksanaan kegiatannya, gerakan pramuka menggunakan PDMPK (Prinsip-prinsip Dasar Methodik Pendidikan Kepramukaan), sistem among, dan berbagai metode penyajian lainnya. Para peserta pramuka mendapatkan pembinaan dalam satuan gerak sesuai dengan usia dan bidang kegiatannya, dengan mengikuti pada syarat kecakapan umum, khusus, dan pramuka garuda.

·         Sasaran yang ingin dicapai dengan pendidikan kepramukaan itu ialah:

1.      Kuat keyakinan beragamanya

2.      Tinggi mental dan moralnya, serta berjiwa Pancasila

3.      Sehat, segar, dan kuat jasmaninya

4.      Cerdas tangkas dan terampil

5.      Berpengetahuan luas dan dalam

6.      Berjiwa kepemimpinan dan patriotic

7.      Berkesadaran nasional dan peka terhadap perubahan lingkungan

8.      Berpengalaman banyak

C. Pelaksanaan Pendidikan Kepramukaan

1.      Dasar Hukum Pendidikan Kepramukaan

            Dasar hukum pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada setiap jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah:

·         Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5169).Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2014.

·         Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 231 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugus depan Gerakan Pramuka.Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Pendidikan kepramukaan dilaksanakan untuk menginternalisasikan nilai ketuhanan, kebudayaan, kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, dan kemandirian pada peserta didik. Diharapkan nilai-nilai dalam sikap dan keterampilan sebagai muatan kurikulum 2013 dan muatan pendidikan kepramukaan dapat bersinergi secara koheren.

 

 

 

Materi 9

FALSAFAH KEPRAMUKAAN PANCASILA,TRI SATYA

DASA DARMA,AD & ART

 

A. Pengertian Falsafah dan Kepramukaan

Dalam Kamus Besar Bahsa Indonesia (KBBI) Falsafah berarti anggapan, gagasan, dan sikap batin yang paling dasar yang dimiliki oleh orang atau masyarakat; pandangan hidup. Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik,    menyenangkan,    sehat,    teratur, terarah, dan praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar dan metode kepramukaan yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur.

B. Pokok-pokok Pengertian Falsafah Kepramukaan

1.      Pancasila

Republlik Indonesia adalah Negara hukum yang berdasarkan falsafah Pancasila, Karena itu, rumusan Dasadarma Pramuka berisi penjabaran dari Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari.

2.      Trisatya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :

1.      Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.

2.      Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.

3.      Menepati Dasa Dharma.

Di dalam Trisatya ada enam kewaiiban yaitu :

1.      Kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

2.      Kewajiban terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3.      Kewajiban terhadap Pancasila.

4.      Kewajiban terhadap sesama hidup.

5.      Kewajiban terhadap masyarakat.

6.      Kewajiban terhadap Dasadarrna.

Perbedaan Trisatya penggalang dengan Trisatya penegak, pandega dan anggota dewasa adalah Trisatya golongan penggalang tercantum kalimat mempersiapkan diri membangun masyarakat, sedangkan pada Trisatya golongan penegak, pandega dan anggota dewasa kalimat tersebut berubah menjadi ikut serta membangun masyarakat.

3. DasaDharma

Dasadharma adalah ketentuan moral. Karena itu, Dasadharma memuat pokok-pokok moral yang harus ditanamkan kepada anggota Pramuka agar mereka dapat berkembang menjadi manusia berwatak, warga Negara Republik Indonesia yang setia, dan sekaligus mampu menghargai dan mencintai sesama manusia dan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Adapun poin-poin dasadharma sebagai berikut :

1.   Darma pertama: Takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa

Pengertian takwa adalah bermacam-macam, antara lain: bertahan, luhur, berbakti, mengerjakan yang utama dan meninggalakan yang tercela, hati-hati, terpelihara, dan lain-lain. Tuhan adalah zat yang ada secara mutlak yang ada dengan. Zat yang menjadi sumber atau sebab adanya segala sesuatu di dalam alam semesta (couse prima atau sebab pertama). Satu atau esa pada Tuhan adalah mutlak. Satu/tunggal yang tidak dapat dibagi-bagi dan dibandingkan.

2.    Darma kedua: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia

Yang dimaksud dengan cinta dan kasih saying apabila manusia dapat ikut merasakan suka dan derita alam sekitarnya khususnya manusia. Khususnya sebagai seorang Pramuka menganggap Pramuka lainnya baik dan Indonesia maupun dari bangsa lain sebagai saudaranya kaarena masing-masing mempunyai satya dan darma sebagai ketntuan moral.

3.   Darma Ketiga : Patriot yang sopan dan ksatria

Patriot berarti putra tanah air, sebagai seorang warga Negara Reoublik Indonesia, seorang Pramuka adalah putra yang baik, berbakti, setia dan siap siaga membela tanah airnya. Sopan adalah tingkah laku yang halus dan menghormati orang lain. Ksatria adalah orang yang gagah berani dan jujur. Ksatria juga mengandung arti kepahlawanan, sifat gagah berani dan jujur.

4.   Darma keempaat: Patuh dan suka bermusyawarah.

Patuh berarti setia dan bersedia melakukan sesuaaatu yang sudah disepakati dan ditentukan. Musyawarah adalah laku utama seorang democrat yang menghormati pendapat orang lain. Orang yang suka bermusyawarah terhindar dari sikap yang otoriter dan semau sendiri.

5.   Darma kelima: Rela menolong dan tabah

Rela atau ikhlas adalah perbuatan yang dilakukan tanpa memperhitungkan untung dan rugi (tanpa pamrih). Rela menolong berarti melakukan perbuatan baik untuk kepentingan orang lain yang kurang mampu. Tabah atau ulet adalah suatu sikap jiwa tahan uji. Meskipun seseorang mengetahui bahwa menjalankan tugasnya akan menghadapi kesulitan, tetapi ia tidak mundur dan tidak ragu.

6.   Darma keenam : Rajin, terampil, dan gembira

1)   Rajin

Manusia dibedakan dengan makhluk hidup yang lain kaarena ia diciptakan mempunyai akal budi. Dengan demikian harus mengmbangkan diri dengan membaca, menulis, dan belajar, Dengan perkataan lain, ia menjalani proses kodrati dalam mendidik diri.

2)   Terampil

Setiap manusia haarus beeerupaya untuk dapat berdiri di atas kaki sendiri. Untuk hal itu, yang menjadi syarat utama adalah keahlian dan keterampilan serta dapat mengerjakan suatu tugas dengan cepat dan tepat dengan hasil yang baik.

3)   Gembira

Banyak kesulitan, rintangan, dan hambatan yang dihadapi. Dan tantangan ini akan diatasi dengan dorongan motivasi yang kuat. Suatu upaya untuk mendapat motivasi ini adalah manusia harus dapat berfikir cerah, berjiwa tenang, dan seimbang.

7.   Darma ketujuh: Hermat, cermat, dan bersahaja

Hemat bukan beraaati “kikir” tetapi lebih terarah kepada dapatnya seorang Pramuka melakukan dan mengunakan suatu secara tepat menurut kegunaannya Cermat lebih berarti “ teliti” sikap lakku seorang Pramuka harus senantiasa teliti baik terhadap dirinya sendiri (introspeksi) maupun yang datangnya dari laur dirinya sehingga ia senantiasa waspada. Hal ini lebih berarti, sederhana kesederhanaan yang wajar dan tidak berlebih-lebihan sehingga dapat memberi kemungkinan penggambaran jiwa untuk (penampilan diri) dan menimbulkan kemampuan untuk hidup dengan apa yang didapat secaara halal tanpa merugikan diri sendiri dan ornag lain.

8.    Darma kedelapan: Disiplin,  berani dan  Setia

Disiplin dalam pengertian yang luas berarti paaaaaatuh dan mengikuti pemimpin dan atau ketentuan dan peraturan. Berani adalah suatu sikap mental untuk bersedia menghadapi dan mengatasi suatu masalah dan tantangan. Setia berarti tetap pada suatu pendirian dan ketentuan.

9.   Darma kesembilan: Bertanggungjawab dan dapat dipercaya

Pramuka itu bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diperbuat baik atas perinnntah maupun tidak, terutama secara pribadi bertanggungjawab terhadap Negara, bangsa, masyarakat dan keluarga Yang dimaksud dengan dapat dipercaya ialah: Pramuka itu dapat dipercaya, baik perkataannya maupun perbuatannya.

10.  Darma kesepuluh : Suci dalam pikiran Perkataan dan perbuatan

Suci dalam pikiran berarti  bahwa Pramuka tersebut selalu melihat dan memikirkan sesuatu itu pada segi baiknya atau ada hikmahnya dan tidak terlintas sama sekali pemikiran ke arah yang tidak baik. Suci dalam perkataan setiap apa yang telah dikatakan itu benar, jujur seerta dapat dipercaya dengan tidak menyinggung perasaan oeng lain.  Suci dalam peerbuatan sebagai akibat dari pikiran dan perkataan yang suci, maka Pramuka itu harus sanggup dan mampu berbuat yang baik dan terus konsisten dalam hal tersebut.

4 AD & ART

               Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) adalah ketentuan dasar dan ketentuan operasional bagi suatu organisasi yang mencerminkan aspirasi, visi, dan misi Gerakan Pramuka Indonesia. Pengikat persatuan dan kesatuan Gerakan Pramuka dalam prinsip, idealism, tindak laku baik organisatoris, sosial, maupun budaya. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) merupakan landasan kerja dan landasan gerak Gerakan Pramuka dalam mewujudkan visi dan misinya.

C. Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan

·       Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dari pendidikan lain.

·       Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan.

·       Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan dilaksanakan sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, situasi,  dan kondisi masyarakat.

 

 

Materi 10

“P3K : POKOK-POKOK TINDAKAN PERTOLONGAN, PEMBALUTAN & PEMBIDAIAN, DAN TRANSPORTASI”


 

A. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik. Ini berarti pertolongan tersebut bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanyalah berupa pertolongan sementara yang dilakukan oleh petugas P3K (petugas medik atau orang awam) yang pertama kali melihat korban. Pemberian pertolongan harus secara cepat dan tepat dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada di tempat kejadian.

Pertolongan pertama pada kecelakaan sifatnya semantara. Artinya kita harus tetap membawa korban ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk pertolongan lebih lanjut dan memastikan korban mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.

 

B. Pelaksanaan P3K

Sebelum melaksanakan Tindakan P3K maka perlu dilakukan tahapan awal sebelum P3K yaitu:

1.      Penolong mengamankan diri sendiri ( memastikan penolong telah aman dari bahaya)

2.      Amankan Korban ( evakuasi atau pindahkan korban ketempat yang lebih aman dan nyaman.

3.      Tandai tempat Kejadian jika diperlukan untuk mencegah adanya korban baru.

4.      Usahakan Menghubungi Tim Medis

5.      Tindakan P3K

C. Teknik Dalam P3K

            Urutan tindakan secara umum:

1.Cari keterangan penyebab kecelakaan

2.Amankan korban dari tempat berbahaya

3.Perhatikan keadaan umum korban; gangguan pernapasan, pendarahan dan kesadaran.

4.Segera lakukan pertolongan lebih lanjut dengan sarana yang tersedia.

5.Apabila korban sadar, langsung beritahu dan kenalkan.

Selain itu ada juga yang dinamakan prinsip life saving, artinya kita melakukan tindakan untuk menyelamatkan jiwa korban (gawat darurat) terlebih dahulu, baru kemudian setelah stabil disusul tindakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang lain. Gawat darurat adalah suatu kondisi dimana korban dalam keadaan terancam jiwanya, dan apabila tidak ditolong pada saat itu juga jiwanya tidak bisa terselamatkan.

D.  Pembalutan

Tujuan dari pembalutan adalah untuk mengurangi resiko kerusakan jaringan yang telah ada sehingga mencegah maut, menguangi rasa sakit, dan mencegah cacat serta infeksi.

·         Kegunaan pembalutan adalah:

1.      Menutup luka agar tidak terkena cahaya, debu, kotoran, dll.

2.      Melakukan tekanan

3.      Mengurangi atau mencegah pembengkakan

4.      Membatasi pergerakan

5.      Mengikatkan bidai.

·         Macam-macam pembalutan:

1.   Pembalutan segitiga atau mitela

Pembalut segitiga dibuat dari kain putih yang tidak berkapur (mori), kelihatan tipis, lemas dan kuat. Bisa dibuat sendiri, dengan cara memotong lurus dari salah satu sudut suatu kain bujur sangkar yang panjang masing-masing sisinya 90 cm sehingga diperoleh 2 buah pembalut segitiga.

2.   Pembalut Plester

Digunakan untuk merekatkan kain kassa, balutan penarik (patah tulang, sendi paha/ lutut meradang), fiksasi (tulang iga patah yang tidak menembus kulit), Beuton (alat untuk merekatkan kedua belah pinggir luka agar lekas tertutup).

3.    Pembalut Pita Gulung.

4.    Pembalut Cepat.

 Pembalut ini siap pakai terdiri dari lapisan kassa steril, dan pembalut gulung.

·         Indikasi Pembalutan:

Menghentikan pendarahan, melindungi bakteri/kuman pada luka, mengurang rasa nyeri.

·         Bentuk dan Anggota Tubuh yang Dibalut:

a.       Bundar, pada kepala.

b.      Bulat panjang tapi lonjong, artinya kecil ke ujung, besar ke pangkal, pada lengan bawah dan  betis

c.       Bulat panjang hamper sama ujung dengan pangkalnya, pada leher, badan, lengan atas, jari tangan.

d.      Tidak karuan bentuknya, pada persendian

E. Pembidaian

Bidai adalah alat yang dipakai untuk mempertahankan kedudukan (fiksasi) tulang yang patah. Tujuannya, menghindari gerakan yang berlebihan pada tulang yang patah. Syarat pemasangan bidai:

1.      Bidai harus melebihi dua persendian yang patah

2.      Bidai harus terbuat dari bahan yang kuat, kaku dan pipih.

3.      Bidai dibungkus agar empuk.

4.      Ikatan tidak boleh terlalu kencang karena merusak jaringan tubuh tapi jangan kelonggaran.

·         Alat-alat bidai:

1.      Papan, bamboo, dahan

2.      Anggota badan sendiri

3.      Karton, majalah, kain

4.      Bantal, guling, selimut

F. Pernafasan Buatan

Sering disebut bantuan hidup dasar (BHD) atau resusitasi jantung paru (RJP) intinya adalah melakukan oksigenasi darurat. Dilakukan pada kecelakaan:

1.      Tersedak,

2.      Tenggelam

3.      Sengatan Listrik,

4.      Penderita tak sadar,

5.      Menghirup gas dan atau kurang oksigen,

6.      serangan jantung usia muda, henti jantung primer tejadi.

·         Fase RJP:

A = Airway control (pengeuasaan jalan napas),

B = Breathing support (ventilasi buatan dan oksigenasi paru darurat)

C = Circulation (pengenalan ada tidaknya denyut nadi)

G. Evakuasi dan Transportasi

Evakuasi adalah kegiatan memindahkan korban dari lokasi kecelakaan ke tempat lain yang lebih aman dengan cara-cara yang sederhana di lakukan di daerah – daerah yang sulit dijangkau dimulai setelah keadaan darurat. Penolong harus melakukan evakuasi dan perawatan darurat selama perjalanan.

H. Kesalahan Yang Sering Terjadi dalam Tindakan P3K

Kesalahan Yang Sering Terjadi dalam Tindakan P3K - Pengertian P3K adalah bantuan yang dilakukan dengan cepat dan tepat sebelum korban dibawa ke rujukan, sedangkan Pertolongan Pertama (PP) adalah pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera/ kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar, yaitu suatu tindakan perawatan yang didasarkan pada kaidah ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh orang awam khusus yang dilatih memberikan pertolongan pertama. Kesalahan Yang Sering Terjadi dalam Tindakan P3K Menurut Christopher P. Holstege, M.D. yang sering kita lakukan adalah :

1.      Menoreh bekas luka gigitan hewan berbisa.

Menoreh luka bisa memutuskan tendon, urat syaraf dan meningkatkan resiko terkena infeksi. Sebaiknya cukup buat ikatan pada luka dengan disertai bidai atau ranting lalu segera bawa ke rumah sakit.

2.      Mengoles mentega pada luka bakar.

Tindakan tersebut dapat menyulitkan tindakan lebih lanjut oleh dokter dan menngkatkan resiko terkena infeksi pada luka bakar. Cukup dinginkan luka dengan air dingin, jaga kebersihan luka, dan menutupnya dengan kain bersih. Jangan memecahkan atau mengorek bagian luka yang melepuh. Luka bakar dengan kondisi melepuh yang parah harus segera dibawa ke rumah sakit.

3.      Menghentikan pendarahan dengan membuat ikatan yang bisa dikencangkan dan dilonggarkan (torniquet) diatas luka yang mengalami pendarahan.

Tindakan tersebut bisa menyebabkan rusaknya jaringan di daerah luka dan sekitar luka. Tindakan yang benar untuk mengentikan pendarahan adalah menutup luka langsung dengan kain kasa atau kain yang bersih kemudian dibalut dengan rapi dan cukup kencang. Bawa segera ke rumah sakit apabila pendarahan tidak berhenti, luka tetap menganga, terinfeksi atau luka disebabkan oleh gigitan hewan berbisa.

4.      Memberikan terapi panas pada kondisi keseleo, otot tegang, atau patah tulang.

Tindakan tersebut berpotensi menyebabkan kondisi bengkak bahkan membuat proses penyembuhan menjadi makin lama. Tindakan yang benar adalah dengan meletakan es pada bagian tubuh yang keseleo, otot tegang, atau patah tulang selama 10 menit dan biarkan tanpa es selama 10 menit dan seterusnya setiap 10 menit. Lakukan hal tersebut selama 1-2 hari.

5.      Memindahkan korban tabrakan dari dalam mobil ke tempat lain.

Tindakan tersebut malah berpotensi menebabka luka lebih arah. Pada kasus kecelakaan sepeda motor, membuka helm korban malah berpotensi menyebabkan lumpuh atau bahan kematian. Apabla kondisi mobil/ motor yang mengalami kecelakaan tersebut tidak terbakar atau kondisi berbahaya lainnya, biarkan korban hingga datangnya tim medis.

6.      Mengucek mata ketika ada benda masuk ke mata.

Tindakan tersebut bisa menyebabkan luka pada mata. Tindakan yang benar adalah dengan mencuci mata melalui air yang mengalir.

7.   Menggunakan air panas untuk menolong mereka yang sangat kedinginan atau tubuhnya mulai membeku. Bahkan pada kondisi dimana jari jari sudahmulai membeku, terkadang langsung direndam pada air panas.

Tindakan tersebut bisa menyebabkan hal yang membahayakan tubuh. Tidakan yang benar adalah cukup dengan mengunakan air yang cukup hangat atau menggunakan uap yang kering.

8.      Mengosok tubuh dengan alkohol untuk mengurangi demam.

Alkohol bisa menyerap kedalam tubuh dan menyebabkan keracunan terutama pada anak anak. Tindakan yang benar adalah gunakan acetaminophen atau ibuprofen atau segera bawa ke dokter atau rumah sakit untuk demam yang sangat tinggi .