RESUME MATERI 1 SAMPAI 10
NAMA : MUHAMMAD ARDIANSYAH
NIM : A1D118180
MATERI 1
"DASAR FILSAFAT METODE KEPADANDUAN"
1 Prinsip Kesukarelaan
a.
Pengertian Prinsip Kesukarelaan
Prinsip
kesukarelaan adalah salah satu dari prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan
kepramukaan menurut ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Gerakan
Pramuka. Kesukarelaan merupakan sikap
laku atau perbuatan yang bukan karena paksa atau tekanantekanan dan yang
dilandaskan pada sifat-sifat :
a.
ketulusan hati
b.
tanpa pamrih
c.
mengutamakan
kewajiban daripada hak
d. pengabdian
e.
tanggungjawab
Diterapkannya
prinsip kesukarelaan dalam proses pendidikan kepramukaan karena merupakan
prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang ditetapkan dalam
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga adalah landasan hukum organisasi Gerakan Pramuka, oleh
karena itu wajib dilaksanakan dan ditaati oleh setiap anggota Gerakan Pramuka.
Kesukarelaan
merupakan faktor penting yang menentukan sikap laku baik pada
anak/remaja/pemuda, maupun pada orang dewasa dalam Gerakan Pramuka, dalam
hubungannya satu sama lain yang dapat menimbulkan suasana kekeluargaan yang
akrab dan tertib. Orang dewasa dalam Gerakan Pramuka bertanggung jawab atas
terlaksananya proses pendidikan kepramukaan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang
dilaksanakan oleh, untuk, dan dipimpin anak/remaja/pemuda. Agar
kegiatan-kegiatan itu dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar metodik
pendidikan kepramukaan, maka orang dewasa harus mampu memberi pengarahan yang
positif terhadap anak/remaja/pemuda melaksanakan kegiatan kepramukaan yang
mereka rencanakan dan laksanakan. Prinsip kesukarelaan itu di dalam Gerakan
Pramuka dilaksanakan dengan maksud untuk menjamin terbukanya jiwa para Pramuka
menerima pengaruh orang dewasa dalam Gerakan Pramuka.
b. Pelaksanaan Prinsip Kesukarelaan
1. Kesukarelaan harus menjadi dasar bagi
seseorang untuk menjadi anggota Gerakan Pramuka. Kalau seseorang itu telah
menjadi anggota Pramuka, maka atas dasar kesukarelaannya itu ia ikut
berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Gerakan
Pramuka.
2. Seseorang itu adalah anggota Gerakan Pramuka
dan mengenakan seragam Gerakan Pramuka serta menggunakan hak-haknya sebagai
anggota Gerakan Pramuka, kalau :
a. dengan sukarela mengucapkan janji sebagai kode
kehormatan Pramuka dalam suatu pelantikan menjadi anggota Gerakan Pramuka.
b. dengan sukarela mengikuti kegiatan-kegiatan
dalam rangka memenuhi persyaratan umum sebelum dengan sukarela mengucapkan
janji sebagai kode kehormatan Pramuka.
c. dengan sukarela menyatakan kesanggupannya
untuk ikut membina dan mengembangkan Gerakan Pramuka sebelum dengan sukarela
mengucapkan janji sebagai kode kehormatan Pramuka.
3. Kesukarelaan itu akan timbul dan berkembang
pada setiap peserta didik dalam Gerakan Pramuka, kalau : a. peserta didik merasakan suasana kekeluargaan
yang akrab, cinta kasih, keadilan, kepantasan, kesanggupan berkorban, saling
membantu, saling menghormati, disiplin dalam setiap satuan Pramuka b. peserta didik merasa bahwa kegiatan kepramukaan
itu baginya menarik, berguna bagi hidup dan penghidupannya, dihayati maksud,
sasaran dan tujuannya serta dengan aspirasi, kebutuhan, situasi, dan kondisi
peserta didik. 4. Atas dasar uraian di
atas tersebut, maka para pembina pramka dan semua orang dewasa harus mampu
menciptakan faktor-faktor yang dapat menumbuhkan kesukarelaan pada peserta
proses pendidikan dalam Gerakan Pramuka.
c. Tujuan Prinsip Kesukarelaan
Maksud
diterapkannya prinsip kesukarelaan adalah untuk melaksanakan prinsip-prinsip
dasar metodik pendidikan kepramukaan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga gerakan Pramuka. Tujuan prinsip kesukarelaan adalah agar
pendidikan kepramukaan itu masuk pada setiap peserta didik, sehingga menjadi
pengabdi masyarakat yang tulus hati, tanpa pamrih bertanggungjawab dan
mengutamakan kewajiban daripada hak.
2 Prinsip Kode Kehormatan (Tri
Satya dan Dasa Dharma)
Kode kehormatan adalah suatu norma atau
nilai-nilai luhur dalam kehidupan para anggota Gerakan Pramuka yang merupakan
ukuran atau standar tingkah laku seorang anggota Gerakan Pramuka. Kode
kehormatan di kalangan Gerakan Pramuka, terdiri dari dua macam kode, yaitu :
1.
Janji (Satya) yang berupa Trisatya.
2.
Ketentuan moral (darma) berupa dasadarma
TRISATYA
Demi kehormatanku aku berjanji akan
bersungguh-sungguh :
1.
menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan
mengamalkan Pancasila.
2.
menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
3.
menepati Dasadarma.
Di
dalam Trisatya ada enam kewaiiban yaitu :
1. Kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2. Kewajiban terhadap Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
3. Kewajiban terhadap Pancasila.
4. Kewajiban terhadap sesama hidup.
5. Kewajiban terhadap masyarakat.
6. Kewajiban terhadap Dasadarrna.
Apa perbedaan Trisatya penggalang dengan
Trisatya penegak, pandega dan anggota dewasa? Perbedaannya, jika pada Trisatya
golongan penggalang tercantum kalimat mempersiapkan diri membangun masyarakat,
maka pada Trisatya golongan penegak, pandega dan anggota dewasa kalimat
tersebut berubah menjadi ikut serta membangun masyarakat.
DASA DHARMA
Pramuka itu :
1.
Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.
Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3.
Patriot yang sopan dan kesatria.
4.
Patuh dan suka bermusyawarah.
5.
Rela menolong dan tabah.
6.
Rajin. terampil. dan gembira.
7.
Hemat, cermat, dan bersahaja.
8.
Disiplin, berani, dan setia.
9.
Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10.
Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Dari
Dasadarma, kita dapat menjabarkannya menjadi banyak sikap hidup (pola tingkah
laku) sehari-hari, seperti misalnya :
1. Yang sesuai dengan darma ke-1 :
·
Beribadah
menurut agama masing-masing dengan sebaik-baiknya. Dengan menjalankan semua
perintah - perintah-Nya serta meninggalkan segala laranganIarangan-Nya.
·
Patuh dan
berbakti kepada orang tua.
·
Sayang kepada
saudara, dsb.
2.
Yang sesuai dengan darma ke-2 :
·
Menjaga
kebersihan sanggar. kelas dan Iingkungan sekolah.
·
Ikut menjaga
kelestarian alam, baik flora maupun faunanya.
·
Membantu fakir
miskin, anak yatim piatu, orang tua jompo.
·
Mengunjungi yang
sakit, dsb
3.
Yang sesuai dengan darma ke-3 :
·
Mengikuti
upacara sekolah atau upacara latihan dengan baik
·
Menghormati yang
lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.
·
Ikut serta dalam
pertahanan bela negara.
·
Melindungi kaum
yang lemah.
·
Belajar di
sekolah dengan baik.
·
Ikut serta dalam
kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. dsb.
4.
Yang sesuai dengan darma ke-4 :
·
Mengerjakan
tugas-tugas dari guru. pembina atau orang tua dengan sebaik-baiknya.
·
Patuh kepada orang
.tua, guru dan pembina.
·
Berusaha mufakat dalam setiap musyawarah.
·
Tidak mengambil keputusan yang tergesa-gesa,
yang didapatkan tanpa melalui musyawarah
5.
Yang sesuai dengan darma ke-5 :
·
Berusaha
menolong orang yang sedang mengalami musibah atau kesusahan.
·
Setiap menolong
tidak meminta pamrih atau mengharapkan hadiah/imbalan.
·
Tabah dalam menghadapi
berbagai kesulitan.
·
Tidak banyak
mengeluh. dan tak mudah putus asa.
·
Bersedia
menolong tanpa diminta, dsb.
6.
Yang sesuai dengan darma ke-6 :
·
Tidak pernah
membolos dari sekolah.
·
Selalu hadir
dalam setiap latihan atau pertemuan pramuka.
·
Dapat membuat
berbagai macam kerajinan atau hasta karya yang berguna.
·
Selalu riang
gembira dalam setiap melakukan kegiatan atau pekerjaan. dsb.
7.
Yang sesuai dengan darma ke-7 :
·
Tidak boros dan
bersikap hidup mewah.
·
Rajin menabung.
·
Teliti dalam
melakukan sesuatu.
·
Bersikap hidup
sederhana, tidak berlebih-lebihan.
·
Biasa membuat
perencanaan setiap akan melakukan tindakan, dsb,
8.
Yang sesuai dengan darma ke 8 :
·
Selalu menepati
waktu yang ditentukan.
·
Mendahulukan
kewajiban terlebih dahulu dibanding haknya.
·
Berani mengambil
keputusan.
·
Tidak pernah
mengecewakan orang lain.
·
Tidak pernah
ragu-ragu dalam bertindak, dsb.
9.
Yang sesuai dengan darma ke-9 :
·
Menjalankan
segala sesuatu dengan sikap bersungguh-sungguh .
·
Tidak pernah
mengecewakan orang lain.
·
Bertanggung-jawab
dalam setiap tindakan, dsb.
10.
Yang sesuai dengan darma ke-l0 :
·
Berusaha untuk
berkata baik dan benar dan tidak pernah berbohong;
·
Tidak pernah
menyusahkan atau mengganggu orang lain.
·
Berbuat baik
kepada semua orang. dsb.
Jadi dengan adanya kode kehormatan bagi
Gerakan Pramuka, diharapkan pola tingkah laku atau tindakan para anggota
Gerakan Pramuka akan menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan dan sasaran dari
Pendidikan Gerakan Pramuka seperti tercantum dalam anggaran dasar Gerakan
Pramuka.
3 Prinsip Sistem Penyesuaian Dengan
Perkembangan Rohani/Jasmani, dan AD dan ART
a. Pengertian
AD/ART
merupakan ketentuan dasar dan ketentuan operasional bagi suatu organisasi yg
mencerminkan aspirasi, visi dan misi Gerakan Pramuka Indonesia Pengikat
persatuan dan kesatuan Gerakan Pramuka dalam prinsip, idealisme, tindaklaku,
baik organisatoris, sosial, maupun budaya Suluh & landasan gerak organisasi
Gerakan Pramuka dalam mencapai tujuannya
Landasan manajemen & pemberdayaan sumberdaya Gerakan Pramuka. Fungsi
AD/ART merupakan landasan kerja dan landasan gerak Gerakan Pramuka dalam
mewujudkan visi dan misinya.
MATERI 2
“SEJARAH KEPANDUAN PERINTIS KEPANDUAN DUNIA,GAGASAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN”
A. SEJARAH KEPANDUAN DUNIA
1. Bapak Pandu Dunia
Robert Stephenson Smyth Baden Powell adalah
bapak pandu dunia yang lahir di kota London, Inggris, pada tanggal 22 Februari
1857. para pandu (pramuka) biasa memanggil beliau dengan sebuta Baden Powell
atau BP (bee-pee/bipi). Nama kecil dari Baden Powell adalah Ste, Stepe atau
Stephenson dan beliau baru dipanggil Robert atau Sir Robert setalah mendapat
gelar kesatria dari Raja Inggris, yaitu Raja George V. Ayah dari Baden Powel
adalah Prof. Domine Baden Powell seorang guru besar Geometri di Universitas
Oxford, Inggris sedangkan ibu beliau bernama Henrietta Grace Smyth, seoarang
puteri dari admiral kerajaan inggris yang terkenal yaitu William T. Smyth.
Sudara Baden Powell berjumlah 9 orang, yaitu Warrington, George, Augustus,
Frank, Pensore, Agnes, Henrietta, Jessie dan Baden Fletcher.
Baden Powell menikah dengan Olave St. Calir
Soames pada tahun 1912 pada saat mengadakan perjalanan keliling dunia untuk
menemui para pandu diberbagai dunia. Baden Powell kali pertama bertemu dengan
Olave di kapal Arcadian yang berlayar menuju Jamaika bersama ayahnya. Akhirnya
Beliau dikarunia tiga orang anak, yaitu Peter, Heather dan Betty.
Sejarah Kepanduan Dunia
a. Awal tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk
acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku
dengan judul “Scouting For Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris dan
negara-negara lain yang kemudian berdiri organisasi kepramukaan yang semula
hanya untuk laki-laki dengan nama Boys Scout.
b. Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes
didirikan organisasi kepramukaan untuk wanita dengan nama Girl Guides yang
kemudian diteruskan oleh istri beliau.
c. Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan
nama CUB (anak serigala) dengan buku The Jungle Book karangan Rudyard Kipling
sebagai pedoman kegiatannya. Buku ini bercerita tentang Mowgli si anak rimba
yang dipelihara di hutan oleh induk serigala.
d. Tahun 1918 beliau membentuk Rover Scout bagi mereka yang
telah berusia 17 tahun. Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success
(Mengembara Menuju Bahagia). Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus
mengayuh sampannya menuju ke pantai bahagia.
e. Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di
Olympia Hall, London. Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat
itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The
World).
f. Tahun 1914 beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina
Pramuka dan baru dapat terlaksana tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F.
de Bois Maclarren, beliau mendapat sebidang tanah di Chingford yang kemudian
digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell Park.
g. Tahun 1920 dibentuk Deewan Internasional dengan 9 orang
anggota dan Biro Sekretariatnya di London, Inggris dan tahun 1958 Biro
Kepramukaan sedunia dipindahkan dari London ke Ottawa Kanada. Tanggal 1 Mei 1968
Biro kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke Geneva, Swiss.
h. Sejak tahun 1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan
Sedunia dipegang berturut-turut oleh Hebert Martin (Inggris). Kolonel J.S.
Nilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry (Kanada) yang pada tahun 1965 diganti oleh
R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi oleh DR. Laszio Nagy sebagai Sekjen.
i. Biro Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan
yaitu Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro
kepramukaan Sedunia Putri bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di
B. Sejarah Pramuka di Indonesia
Sejarah
lahirnya gerakan Pramuka di Indonesia bermula pada masa dimana Indonesia dijajah oleh Belanda. Awal gerakan kepanduan ini bermula dari
berdirinya cabang Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) yang kemudian
berubah namanya menjadi Nederlands Indische Padvinders. Bapak kepanduan
Indonesia ialah S.P. Mangkunegara yang memrakarsai berdirinya organisasi
kepanduan milik Indonesia sendiri pada tahun 1916. Pada masa Jepang, gerakan
ini dibubarkan karena pihak Jepang tidak menginginkan adanya sebuah organisasi
yang dibuat tanpa ikut campur Jepang. Setelah Jepang pergi, gerakan Pramuka di
Indonesia kembali aktif dan baru terbentuk sebagai Pramuka pada tahun 1961.
Panitia untuk pembentukan gerakan Pramuka sendiri baru dibuat keputusannya pada
tahun 1961 lewat keputusan Presiden Nomor 121 tahun 1961 tanggal 11 April 1961.
C. Sejarah Gerakan Pramuka Masa Penjajahan
Berdirinya
gerakan Pramuka di Indonesia diawali dengan munculnya cabang dari Nederlandsche
Padvinders Organisatie (NPO) pada tahun 1912. Organisasi yang juga baru berdiri
pada tahun 1910 ini mampu mempertahankan eksistensinya hingga saat dimana
Perang Dunia I pecah. Karena NPO memiliki kwartir besar sendiri, mereka
kemudian memutuskan untuk mengubah nama mereka di tahun 1916 dan menjadi
Nederlands Indische Padvinders Vereeniging (NIVP). Pada tahun yang sama, S.P.
Mangkunegara VII merencanakan untuk membuat organisasi kepanduan mereka
sendiri. Hal ini dibuat nyata, dan organisasi mereka diberikan nama Javaansche
Padvinders Organisatie (JPO) dan merupakan organisasi kepanduan yang pertama di
tanah nusantara.
D. Gerakan Pramuka Pada Masa Republik
Indonesia
Pada
bulan September 1945, beberapa tokoh dari gerakan kepanduan Indonesia
memutuskan untuk melakukan pertemuan di Yogyakarta demi membentuk sebuah
panitia baru sebagai sebuah panitia kerja dan wadah dari sebuah organisasi yang
besar. Panitia baru ini kemudian dikenal sebagai Panitia Kesatuan Kepanduan
Indonesia (KPPI) dan di saat yang sama segera menetapkan tanggal untuk
melaksanakan sebuah kongres tentang kesatuan kepanduan. Kongres ini berlangsung
pada tanggal 27 hingga 29 Desember dan berlokasi di Surakarta. Dan sebagai
hasilnya, terbentuklah Pandu Rakyat Indonesia. Pandu Rakyat Indonesia
menghadapi masa sulit ketika hendak berkembang. Salah satu alasan yang ada
adalah penyerangan kembali Belanda mulai 17 Agustus 1984 dimana pada saat itu
ada seseorang yang berencana menembak mati Soeprapto dan berhasil. Pada
E. Perkembangan Gerakan Pramuka
Gerakan
pramuka adalah organisasi kepanduan yang telah disesuaikan dengan keadaan dan
kondisi Negara Indonesia. Istilah pramuka berasal dari bahasa sansekerta yaitu
Praja yang berarti Rakyat/manusia, Muda artinya masih muda dan karana artinya
berkarya/berpotensi. Istilah pramuka juga berasal dari bahasa jawa, yatiu poro
muko yakni sebutan bagi pasukan yang berada pada posisi terdepan dalam suatu
pertempuran. Kata ini diusulkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Istilah
kepanduan juga mendunia hanya saja dengan sebutan yang berbeda, namun pada
hakikatnya memiliki tujuan yang sama. Istilah Scouting, Padvinder, Kepanduan,
dan Kepramukaan mengandung pengertian yang sama. Misalnya :
1.
Di Malaysia, disebut Persekutuan Pengakap Malaysia.
2.
Di Singapura. The Singapore Scout Association.
3.
Di Philipina, Kapatiran Scouting Philifinas.
4.
Di India, The Bharat Scouts and Guides.
5.
Di Amerika Serikat, Boys Scouts of America (BSA).
“BERDIRINYA KEPANDUAN NASIONAL INDONESIA, SEJARAH GERAKAN PRAMUKA”
A. Berdirinya Kepanduan Nasional
Keberadaan Kepanduan di
Indonesia yang kala itu masih dalam jajahan Belanda, tidak lepas dari gagasan
Baden Powell yang menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia (saat itu
bernama Hindia Belanda). Kepramukaan di Indonesia tidak lepas dari sejarah
perjuangan bangsa Indonesia dalam melepaskan diri dari penjajahan.
·
Gerakan Kepanduan Pada
Zaman Penjajahan Belanda
·
Kepanduan Pada Zaman
Penjajahan Jepang
·
Kepanduan Pada Awal
Kemerdekaan
B. Sejarah Berdirinya Gerakan Pramuka
NIPV artinya Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda pada
1916. Organisasi tersebut dikhususkan untuk pandu-pandu Hindia Belanda dan
pribumi dilarang untuk mengikuti karena dianggap akan menjadi wadah aspirasi
terhadap kemerdekaan Indonesia. Tergerak
hatinya, Sultan Pangeran Mangkunegaran VII memprakarsai berdirinya sebuah
organisasi kepanduan bernama Javanese Padvinders Organisatie (JPO) di
Surakarta. Organisasi JPO mendorong
banyak pemuda untuk mendirikan kepanduan lainnya.
MATERI 4
“LIMA FAKTOR PENDIDIKAN KEPANDUAN; DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN,
PENDIDIKAN, ANAK DIDIK, LINGKUNGAN PENDIDIKAN DAN BAHAN-BAHAN PENDIDIKAN”
A. Dasar dan Tujuan Pendidikan Pendidikan Kepanduan
Dasar pendidikan kepanduan pramuka meliputi sebagai berikut:
1.
Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka.
2.
Keputusan
Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961 Tentang Gerakan Pramuka.
3.
Keputusan
Presiden Republik Indonesia Nomor 118 tahun 1961 Tentang Penganugerahan Pandji
kepada Gerakan Pendidikan Kepanduan Pradja Muda Karana.
4. Keputusan
Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 Tentang Pengesahan Anggaran
Dasar Gerakan Pramuka.
5. Keputusan
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 203 tahun 2009 Tentang Anggaran Rumah
Tangga Gerakan Pramuka.
Tujuan
pendidikan kepanduan pramuka meliputi sebagai berikut: Terdapat pada Undang
– Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang
Gerakan Pramuka menjelaskan bahwa tujuan gerakan pramuka pramuka
adalah gerakan gerakan pramuka pramuka yang bertujuan bertujuan untuk membentuk
membentuk setiap pramuka:
1.
Memiliki
kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik,
taat hukum, patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi disiplin,
menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangs nilai-nilai luhur bangsa,
berkecakapan berkecakapan hidup, sehat jasmani, jasmani, dan rohani
serta kepedulian kepedulian terhada terhada lingkungan hidup
2.
Menjadi
warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara
Negara Kesatuan Kesatuan Republik Republik Indonesia Indonesia serta
menjadi menjadi anggota anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat
membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab
atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup
dan alam lingkungan.
Mengacu
Permendikbud RI Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013,
lampiran III dijelaskan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka pada
satuan pendidikan adalah untuk:
1.
Meningkatkan
kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik.
2.
Mengembangkan
bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju
pembinaan manusia seutuhnya
Melihat tujuan
gerakan pramuka di atas sangat jelas bahwa gerakan pramuka menjadi salah
satu pramuka menjadi salah satu wadah bagi generasi wadah bagi generasi
kaum untuk pendidikan aum untuk pendidikan karakter. Pendidikan karakter bagi
generasi muda sangatlah penting, hal ini bertujuan supaya generasi pelanjut
masa depan bangsa ini memiliki jiwa nasionalisme nasionalisme yang
tinggi, tinggi, cinta tanah air sekaligus sekaligus berjuang berjuang untuk
mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta mempunyai akhlak yang mulia.
B. Pendidikan
Kepanduan
Pendidikan
adalah usaha sadar menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan,
bimbingan, pengajaran pengajaran atau latihan latihan bagi peranannya
peranannya di masa yang akan datang. datang. Sedangkan pendidikan dalam arti
luas adalah menjadikan peserta didik sebagai manusia yang mandiri, peduli,
bertanggung jawab dabn berpegang teguh pada nilai dan norma masyarakat. Pendidikan
dalam arti luas yang bertumpu pada empat sendi yaitu :
1.
Belajar
mengetahui (Learning to know) untuk memiliki pengetahuan umum yang
cukup luas dan untuk dapat bekerja secara mendalam dalam beberapa hal.
2. Belajar
berbuat (Learning to do) bukan hanya untuk memperoleh memperoleh
kecakapan/keterampilan, kerja, melainkan juga untu memiliki keterampilan hidup yang luas,
termasuk hubungan antar pribadi dan hubungan antar kelompok.
3.
Belajar
hidup bermasyarakat (Learning together) untuk
menumbuhkan pemahaman pemahaman orang lain, menghargai menghargai saling
ketergantungan, ketergantungan, keterampilan keterampilan dalam kerja kelompok
dan menyelesaikan pertentangan-pertentangan, serta menghormati nilai-nilai
kemajemukan (pluralisme), saling pengertian, perdamaian dan keadilan.
4.
Belajar
menjadi seseorang (Learning to be) agar dapat lebih mengembangkan watak
serta dapat bertindak dengan otonomi/kemandirian berpendapat dan
bertanggung jawab.
Pendidikan
dalam kepramukaan diartikan secara luas yaitu suatu proses pembinaan
pembinaan dan pengembangan pengembangan sepanjang sepanjang hayat dan
berkesinambungan berkesinambungan atas kecakapan yang dimiliki peserta didik,
baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat. Proses pendidikan dalam
kepramukaan pada saat peserta didik asyik melalukan kegiatan yang menarik,
menyenangkan yang rekreatif dan menantang. Pada saat itu, pembina pramuka
memberikan bimbingan dan pembinaan watak.
C. Anak
Didik
Anak didik yaitu
peserta didik yang terdapat dalam proses pendidikan. Dalam kegiatan kepramukaan
peserta didik yang mengikuti kegiatan digolongkan menjadi empat golongan,
yaitu: Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega. Dalam setiap golongan peserta
didik akan dikelompokkan menjadi beberapa kelompok adapun sebutan untuk golongan
siaga adalah Barung, golongan penggalang adalah Regu, golongan penegak adalah
sangga untuk pandega tidak ada ketentuan hanya saja sering di sebut Reka. Dan
dalam kelompok tersebut terdapat pimpinan yang di sebut Pinrung (siaga), Pinru
(penggalang), dan Pinsa (Penegak). Pimpinan tersebut bertugas untuk
mengkoordinir kelompok tersebut. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang
berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur
pendidikanbaik pendidikan fomal, informal maupun non formal.
Kaitannya
dengan pramuka, maka yang disebut dengan peserta didik yang berusia 7-10
tahun disebut pramuka siaga, peserta didik yang berusia 11-15 tahun
disebut pramuka penggalang, peserta didik yang berusia 16-20 tahun
disebut pramuka penegak, dan peserta didik yang berusia eserta didik yang
berusia 21- 25 disebut pramuka pandega.
Memahami
peserta didik merupakan sikap pembina pramuka, pelatih pembina pramuka
dan pemimpin kwartir yang harus dimiliki dan dilakukan karena an dilakukan
karena dengan mengetahui aspirasi/tuntutan peserta didik dapat dijadikan bahan
pertimbangan dalam penyususnan program peserta didik, maka kegiatan kepramukaan
akan dapat memenuhi kebutuhan dan minat mereka sehingga kegiatan kepramukaan
yang disajikan menjadi kegiatan yang menarik dan menyenangkan.
1) Kebutuhanan dan aspirasi (tuntutan) peserta didik dalam diri antara
lain:
a.
Adanya
tempat dan kesempatan yang menyenangkan memperoleh kegiatan yang menyenangkan.
b.
Dorongan
naluri untuk memperoleh kebutuhan kebebasan berfikir, berpendapat, dan
berprestasi.
c.
Hak
asasi untuk memperoleh pembinaan, bimbingan dan kasih sayang dari orang dewasa,
orang tua dan masyarakat.
d.
Pengembangan
bakat.
e.
Penegembangan
minat.
f.
Peningkatan
kemampuan dan kecakapan.
g.
Pencapaian
cita-cita.
h.
Peningkatan
daya cipta (kreativitas).
i.
Daya
pembaharuan (inovasi).
j.
Cipta,
rasa, karsa dan karya.
k.
Hasrat
hidup, berjasa dan berbakti.
2) Tugas-tugas perkembangan
a.
Tugas-tugas
perkembangan anak seusia pramuka siaga antara lain:
1)
Belajar
keterampilan fisik.
2)
Membentuk
sikapa hidup sehat (mengenai dirinya sendiri).
3)
Belajar
bergaul dengan teman-teman sebaya.
4)
Membentuk
keterampilaqn dasar yaitu membaca, menulis dan berhitung.
5)
Membentuk
konsep-konsep yang perlu untuk sehari-hari.
6)
Membentuk
hati nurani, nilai moral, dan Membentuk hati nurani, nilai moral, dan nilai
sosia nilai sosial.
7)
Memeperoleh
kebebasan pribadi.
8)
Membentuk
sikap-sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan institusi.
b.
Tugas-tugas
perkembangan remaja seusia pramuka pengalang antara lain:
1)
Berfikir
kritis.
2)
Mudah
terjadi identifikasi yang sangat emosional.
3)
Minat
dan aktivitas mulai mencerminkan jenis-jenis secara lebih.
4)
Dorongan
kuat untuk ekspansi diri dan berkembang.
5)
Pengaruh
kelompok sebaya sangat besar.
6)
Memerlukan
dukungan emosional orang tua bila mengalami kekecewaan dalam bergaul.
7)
Menyenangi
perilaku yang penuh kejutan dan tantangan.
c.
Tugas-tugas
perkembangan remaja lanjut, seusia pramuka penegak dan pandega antara
lain:
1)
Menerima
keaadan fisik.
2)
Memperoleh
kebebasab emosional.
3)
Mampu
bergaul.
4)
Menentukan
model/untuk identifikasi.
5)
Mengetahui
dan menerima kemampuan sendiri.
6)
Memperkuat
penguasaan diri atyas dasar skala nilai norma.
3) Usaha-usaha untuk memenuhi kebutuhan peserta didik antara lain:
a.
Memahami
tugas perkembangan peserta didik yang dibinanya, agar kegiatan yang disajikan
dapat mengembangkan aspek-aspek psikologis yang berkembang pada peserta didik
b.
Memperhatikan
apa yang diinginkan atau diminati oleh peserta didik.
c.
Memperhatikan
minat, sifat, kondidi kemampuan peserta didik.
d.
Menyusun
acara kegiatan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
e.
Mengembangkan
minat peserta didik untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kecakapan
melalui SKU, SKK, SPG untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri.
f.
Menyelenggarakan
kegiatan yang mengarah pada kegiatan beragamaan, pemeliharaan
pemeliharaan kesehatan, kesehatan, kegiatan kegiatan seni budaya, budaya,
kegiatan kegiatan produktif, kegiatan bakti masyarakat, kegiatan yang dapat
mengembangkan ketahanan spiritual, fisik, intelektual, emosional dan sosial.
D. Lingkungan
Pendidikan Kepanduan
Lingkungan
pendidikan adalah tempat berlangsungnya proses pendidikan mulai dari keluarga,
sekolah dan masyarakat. Sebab bagaimanapun bila berbicara tentang lembaga
pendidikan sebagai wadah berlangsungnya pendidikan, maka tentunya akan
menyangkut masalah lingkungan dimana pendidikan tersebut dilaksanakan. Ketiga
lembaga tersebut dituntut melakukan kerjasama diantara mereka baik secara
langsung maupun tidak langsung, dengan saling tertopangnya kegiatan yang sama
secara mandiri atau bersama-sama. Hal ini sesuai dengan apa yang ada dalam
ketetapan MPR No. IV/MPR/1978, yaitu : pendidikan berlangsung
berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dilaksanakan di dalam
lingkungan lingkungan keluarga, keluarga, sekolah dan masyarakat.
Lingkungan
pendidikan kepramukaan sama halnya dengan lingkungan pendidikan
pendidikan pada semestinya, semestinya, pendidikan pendidikan kepramukaan
kepramukaan dapat dilakukan dilakukan di dalam di dalam lingkungan keluarga,
lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Tetapi di kegiatan kepramukaan
lebih sering berada diluar kelas (outdoor), yang mana diharapkan dari kegiatan
diluar kelas ini siswa diharapkan dari kegiatan diluar kelas ini siswa mampu
mampu belajar dari alam.
Bahan
pendidikan adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu
guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, baik berupa
bahan tertulis berupa bahan tertulis seperti hand out, seperti hand out,
buku, modul, lembar buku, modul, lembar kerja, brosur, leaflet, kerja, brosur,
leaflet, wallchart maupun bahan tidak tertulis seperti video/film, VCD, radio,
kaset, CD interaktif berbasis komputer dan internet. Bahan ajar dalam bentuk
tertulis berupa materi yang berupa materi yang harus dipelajari
siswa sebagai harus dipelajari siswa sebagai sarana untuk mencapa sarana untuk
mencapai standar.
kompetensi dan
kompetensi dasar. Materi pembelajaran tersebut berupa pengetahuan,
pengetahuan, keterampilan, keterampilan, dan sikap yang harus diajarkan
diajarkan oleh pendidik pendidik dan harus dipelajari oleh mahasiswa untuk
mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Penggunaan
bahan ajar dalam pembelajaran kepanduan juga sangat mendukung untuk pencapaian
keberhasilan guru atau kakak pembina dalam mengajar. Adapun contoh bahan yang
diperlukan seperti : peluit, tongkat, bendera, tenda, dll.
MATERI 5
“STRUKTUR ORGANISASI PRAMUKA, PERANAN MAJELIS PEMBIMBING,
FUNGSI KWARTIR-KWARTIR, GUGUS DEPAN”
1 Struktur Organisasi Gerakan Pramuka
Gambar 1 (Struktur Organisasi Gerakan Pramuka)
a. Jenjang
organisasi
1)
Anggota
gerakan pramuka : Pramuka dihimpun dalam gugus depan-gugus depan yang ada
di wilayah desa atau kelurahan.
2)
Ranting-ranting
: cabang yang meliputi suatu wilayah kabupaten dan kota.
3)
Gugus depan
: Dihimpun di dalam ranting yang meliputi suatu wilayah kecamatan.
4)
Cabang-cabang
: Dihimpun di dalam daerah yang meliputi seluruh wilayah Republik
Indonesia
b. Peranan
majelis pembimbing kepramukaan
1)
Majelis
Pembimbing adalah suatu badan dalam Gerakan Pramuka yang memberi
bimbingan dan bantuan moril, organisatoris, material dan finansial kepada
gudep/satuan/kwartir bersangkutan.
2)
Majelis
Pembimbing wajib mengadakan rapat konsultasi secara periodik dengan
gudep/satuan/kwartir bersangkutan.Majelis Pembimbing Satuan Karya Pramuka ada
di tingkat Satuan Karya Pramuka.
c. Tugas
pokok majelis pembimbing gerakan pramuka
1)
Kata-kata
“memberi bimbingan” yang dimaksud mengandung makna memberi arahan, saran,
nasehat, dan dukungan moral terhadap Gerakan Pramuka.
2)
Kata-kata
“memberi bantuan” yang dimaksud mengandung makna membuka jalan, mengusahakan
kesempatan, fasilitas, dana serta memberi peluang agar Gerakan Pramuka mendapat
akses untuk memperoleh bantuan dari pemerintah dan masyarakat.
3)
Kata-kata
“konsultasi” yang dimaksud mengandung arti bahwa Gugus Depan, Satuan, dan
Kwartir dapat berkonsultasi mengenai permasalahan yang dihadapi dalam upaya
meningkatkan citra positif Gerakan Pramuka.
d. Fungsi
majelis pembimbing gerakan pramuka
1) Fungsi bimbingan : Menentukan arah
kegiatan Kepramukaan, terhadap ketentuan-ketentuan dalam Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
2) Fungsi partisipasi : Berpartisipasi aktif dalam segala
kegiatan dalam usahanya memberi pembinaan peningkatan dan pengembangan Gerakan
Pramuka secara aktif berusaha mengatasi kesulitan dan
hambatan yang dihadapi.
3) Fungsi bantuan : Mendukung Gerakan
Pramuka mengusahakan fasilitas-fasilitas, moril, finansiil, maupun
materiil yang diperlukan oleh Kwartir atau Satuan-satuan Pramuka di Gugus
Depan.
MATERI 6
“KIASAN
DASAR. SISTEM DAN METODE KEPENDIDIKAN KEPRAMUKAAN”
a) Kiasan Dasar Pramuka
Kiasan dasar adalah simbol-simbol
yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan. Kiasan dasar pramuka terdiri dari :
1)
Siaga.
2)
Penggalang.
3)
Penegak.
4)
Pandega .
b) Kesukarelaan, Janji, dan
Ketentuan Moral
1) Kesukarelaan
Kesukarelaan ialah salah satu dari
prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan berdasarkan ketentuan
anggaran dasar dan anggaran rumah gerakan pramuka.
2) Janji
Kode kehormatan pramuka yang terdiri
atas janji yang disebut satya pramuka dan ketentuan moral yang disebut darma
pramuka. Satya pramuka diucapkan secara sukarela oleh calon anggota atau
pengurus gerakan pramuka dikala peresmian menjadi anggota atau pengurus.
3) Ketentuan moral
Kode kehormatan pramuka dalam bentuk
ketentuan moral yang disebut dharma adalah alat proses pendidikan sendiri yang
progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur.
c) Sistem Beregu
Sistem beregu dilaksanakan agar
anggota muda memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin, mengatur dan
diatur, berorganisasi, memikul tanggung jawab serta bekerja dan bekerjasama
dalam kerukunan.
d) Tanda Kecakapan
Tanda kecakapan adalah bukti yang
diberikan kepada Pramuka yang telah menghayati dan mengamalkan nilai-nilai
kepramukaan serta telah memiliki keterampilan tertentu. Sistem tanda kecakapan
bertujuan mendorong dan merangsang para Pramuka agar secara bersungguh-sungguh
menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kepramukaan serta memiliki berbagai
keterampilan tertentu.
e) Permainan
Pendidikan
Permainan merupakan satu cara yang
tidak kelihatan, cara yang amat halus dalam pembentukan watak anak. Ada beberapa macam permainan pendidikan yaitu :
1)
Permainan
kelompok.
2)
Permainan
ramai.
3)
Permainan
tenang.
4)
Permainan
indra.
5)
Permainan
untuk mencapai syarat SKU.
f) Kesesuaian Jiwa dan
Keprasahajaan Hidup
Prinsip keprasahajaan hidup dalam
pramuka adalah prinsip hidup seorang anggota pramuka untuk hidup dengan
sederhana dan wajar serta sikap mental seseorang untuk menggunakan harta
bendanya secara ofisien dan sesuai fungsi sosialnya.
g) Perkembangan Rasa, Kara,
dan Karya
Cipta, rasa dan karsa termasuk dalam
Dasa Darma Pramuka, yaitu dalam makna yang terkandung Dasa Darma Pramuka ayat
2, cinta alam dan kasih sayang manusia. Pada intinya, seluruh manusia, termasuk
anggota Pramuka diharapkan dapat menggunakan seluruh inderanya untuk mengetahui
makna seluruh ciptaan Tuhan.
MATERI 7
“ADMINISTRASI KEPRAMUKAAN”
A. Pengertian Administrasi
Administrasi dalam arti luas, adalah
pengelolaan satuan yang meliputi : perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan
dan pengendalian kegiatan kepramukaan di satuan.
Administrasi dalam arti terbatas
(sempit) ialah meliputi penataan dan penertiban secara tertulis atau
kegiatan-kegiatan yang disebut tata usaha dalam Gugus Depan Gerakan Pramuka. Menurut KBBI,
Administrasi adalahusaha dan kegiatan yang meliputi penetapan tujuan serta
penetapan cara-cara penyelenggaraan pembinaan organisasi.
B. Fungsi Administrasi
1. Untuk melaksanakan pengawasan, terhadap semua pekerjaan harus dilakukan
menurut ketentuan.
2. Sebagai pedoman pokok yang harus dilaksanakan untuk ditetapkan di
lingkungan Organisasi Gerakan Pramuka.
3. Pedoman
pelaksanaan program kerja selama satu periode.
4. Mengetahui
perkembangan dewan ambalan.
5. Mengetahui
perkembangan anggota ambalan, seperti keaktifan atau pencapaian SKU.
6. Data/arsip
sejarah ambalan sebagai bahan masukan pembuatan program kerja kedepan.
C. Penggolongan Administrasi
a. Catatan
b. Laporan
c. Perencanaan, rencana dan program
d. Keputusan
e. Surat menyurat
D. Surat Menyurat
Surat adalah suatu alat penyampaian
berita secara tertulis yang berisi pemberitahuan, pernyataan permintaan dan
lain-lain kepada pihak lain.
Adalah proses pengaturan dan penyimpanan surat-surat
secara sistimatis, sehingga bila dibutuhkan akan dapat diketemukan dengan cepat
dan tepat. Surat yang masuk maupun keluar disimpan dalam suatu file atau filing
kabinet yang disusun secara teratur. Ada berbagai macam sistim penyimpanan,
antara lain: 1. Sistim Abjad 2. Sistim Subyek 3. Sisitim Geografis 4. Sistim
Nomor 5. Sistim Kronologis.
Laporan merupakan suatu bentuk pertanggung jawaban
tertulis, yang berfungsi sebagai sumber informasi dalam hal mengetahui hasil
yang dicapai dan pengambilan keputusan selanjutnya. Berikut ini
sistimatika/batang tubuh laporan yang sering dipergunakan:
1. Pendahuluan.
a. Menyangkut latar belakang
b. Masalah pokok laporan
c. Sistimatika pelaporan
2. Dasar hukum
3. Maksud dan Tujuan
kegiatan
4. Waktu dan tempat
pelaksanaan kegiatan
5. Sistimpenyelengaraan
6. Faktor Pendukung
dan Permasalahan yang dihadapi
7. Kesimpulan
3) Penyajian Administrasi dan Data Satuan
Administrasi dan data digugus depan sangat
bermanfaat bagi seorang Pembina maupun anggota, yaitu:
1. Mempermudah dalam
tata kerja maupun mengambil keputusan.
2. Sebagai
gambaran/visualisasi gugus depan.
3. Sumber Pustaka dan
sebagai bahan pembanding.
4. Dapat melaksanakan
pendidikan dan kegiatan sesuai yang direncanakan.
5. Mengetahui kemampuan
dan perkembangan yang dimiliki anggota Pramuka.
6. Sebagai alat
mencapai tujuan Gerakan Pramuka
4) Jenis Buku Administrasi Dalam Gugus Depan
1. Buku pegangan
pengurus
Berisi tentang semua hal yang perlu diketahui oleh
pengurus dewan ambalan/racana, khususnya yang menjadi pengurus harian (ketua,
sekretaris, bendahara dan ketua bidang-bidang). Termasuk didalamnya, tata
laksana/AD-ART, job description atau pembagian tugas, time schedule program
kerja dan petunjuk pengelolaan kesekretariatan.
2. Buku induk anggota
Berisi data pribadi semua anggota, seperti curriculum
vitae/data diri, penilaian keaktifan berkala, pencapaian SKU (syarat kecakapan
umum) atau SKG (syarat kecakapan pramuka garuda), dll
3. Buku
catatan harian/ log book
Berisi catatan semua kejadian penting dalam ambalan.
Lebih baik jika dilengkapi dengan dokumentasi kegiatan. Dari buku ini tercatat
kronologis semua kegiatan baik kecil maupun besar yang telah dilaksanakan oleh
ambalan.
4. Buku
risalah rapat/ pertemuan/ Notula
Berisi data dan hasil setiap rapat yang diadakan baik
oleh pengurus harian, rapat bidang atau rapat pleno yang diikuti oleh seluruh
anggota ambalan. Meskipun ada banyak bidang, sebaiknya buku risalah rapat tetap
menjadi satu.
5. Buku
arsip surat masuk dan keluar serta buku ekspedisi
Untuk mencatat surat-surat yang masuk serta yang keluar.
Buku ekspedisi adalah catatan ketika ambalan menugaskan pengurusnya untuk
mengirim surat keluar.
6. Buku
inventaris dan peminjam anbarang
Inventarisasi sebaiknya dilakukan secara berkala minimal
setiap bulan dan hasilnya dicatat dalam buku ini. Peminjaman barang inventaris
sebaiknya disediakan memo khusus yang harus disetujui oleh pihak yang berwenang
(misalnya kerani atau staff kesekretariatan bagian inventaris).
7. Buku
catatan keuangan
Catatan keuangan yang dikelola oleh juru uang (bendahara)
dan setiap bulan dilaporkan secara terbuka dalam rapat pengurus harian.
8. Buku
tamu
Untuk mencatat setiap ada pengunjung bukan anggota
ambalan/ racana yang memiliki keperluan tertentu. Misalnya memasukkan surat
edaran, meminjam alat, study banding atau keperluan lainnya
Materi 8
“Fungsi Dan
Peranan Kepramukaan Dalam Proses Pendidikan Bangsa;
(Tugas Pokok Gerakan Pramuka, Pelaksanaan Pendidikan
Kepramukaan,
Dan Sifat
Kepramukaan)”
A. Fungsi
Gerakan Pramuka
1.
Fungsi
Sebagai sebuah
organisasi, gerakan pramuka memiliki fungsi. Fungsi gerakan pramuka tersebut
selaras dengan tugas pokok gerakan pramuka. Fungsi gerakan pramuka adalah
sebagai penyelenggara pendidikan nonformal di luar sekolah dan di luar
keluarga. Pendidikan tersebut menjadi wadah pembinaan dan pengembangan kaum
muda dengan ciri khusus. Ciri khususnya adalah penerapan prinsip dasar
kepramukaan, metode kepramukaan, dan sistem among.
Selain sebagai
penyelenggara pendidikan nonformal, gerakan pramuka juga berfungsi sebagai
wadah untuk mencapai tujuan gerakan pramuka. Untuk mencapai tujuan tersebut
dilakukan berbagai usaha yang meliputi :
1. Pendidikan dan Pelatihan Pramuka
2. Pengembangan Pramuka
3. Pengabdian masyarakat dan orang tua
4. Permainan yang berorientasi pada pendidikan
Kepramukaan
merupakan proses pendidikan dengan bentuk kegiatan yang menarik, menyenangkan,
sehat, teratur yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan,
yang sasaranya adalah pembentukan karakter peserta didiknya. Serta proses
kegiatan belajar mandiri untuk mengembangkan diri, baik mental, moral,
emosional, sosial sebagai individu maupun anggota masyarakat.
B. Tugas Pokok Gerakan Pramuka
1. Tugas pokok gerakan pramuka adalah menyelenggarakan
pendidikan kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia menuju ke tujuan gerakan
pramuka sehinga dapat membentuk tenaga kader pembangunan yang berjiwa pancasila
dan sanggup serta mampu menyelengarakan pembangunan masyarakat, bangsa, dan
negara.
2. Dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan tersebut
gerakan pramuka selalu memperhatikan keadaan, kemampuan, kebutuhan, serta minat
peserta didiknya
3. Ada dua tugas lain yang perlu diperhatikan yakni:
·
Gerakan
pramuka berkewajiban melaksanakan “Eka Prasetia Panca Karsa”.
Karena kepramukaan bersifat nasional, maka kegiatan
gerakan pramuka harus disesuaikan dengan kepentingan nasional. Kepentingan
nasional bangsa Indonesia ini tercantum dalam “Garis Besar Haluan
Negara”. Gerakan pramuka dalam rangka ikut serta dalam membentuk
pelaksanaan GBHN tersebut selalu mengikuti kebijakan pemerintah dan segala
peaturan perundang-undangannya.
·
Gerakan
pramuka hidup dan bergerak ditengah masyarakat dan berusaha membentuk tenaga
kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Oleh karena itu gerakan pramuka
juga harus memperhatikan keadaan, kemampuan, adat, dan harapan masyarakat,
dalam hal ini termasuk jua orang tua peserta pramuka. Sehingga gerakan pramuka
terutama pada satuan-satuannya dapat menyiapkan tenaga pramuka sesuai dengan
apa yang diharapkan orang tua peserta pramuka dan masyarakat setempat.
·
Dalam
pelaksanaan kegiatannya, gerakan pramuka menggunakan PDMPK (Prinsip-prinsip
Dasar Methodik Pendidikan Kepramukaan), sistem among, dan berbagai metode
penyajian lainnya. Para peserta pramuka mendapatkan pembinaan dalam satuan
gerak sesuai dengan usia dan bidang kegiatannya, dengan mengikuti pada syarat
kecakapan umum, khusus, dan pramuka garuda.
·
Sasaran yang
ingin dicapai dengan pendidikan kepramukaan itu ialah:
1. Kuat keyakinan beragamanya
2. Tinggi mental dan moralnya, serta berjiwa Pancasila
3. Sehat, segar, dan kuat jasmaninya
4. Cerdas tangkas dan terampil
5. Berpengetahuan luas dan dalam
6. Berjiwa kepemimpinan dan patriotic
7. Berkesadaran nasional dan peka terhadap perubahan
lingkungan
8. Berpengalaman banyak
C. Pelaksanaan
Pendidikan Kepramukaan
1. Dasar Hukum Pendidikan Kepramukaan
Dasar
hukum pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada setiap
jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah:
·
Undang-undang
Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2010 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5169).Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi
Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah
terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2014.
·
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.Keputusan
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 231 Tahun 2007 Tentang Petunjuk
Penyelenggaraan Gugus depan Gerakan Pramuka.Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan
Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Pendidikan
kepramukaan dilaksanakan untuk menginternalisasikan nilai ketuhanan,
kebudayaan, kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, dan kemandirian
pada peserta didik. Diharapkan nilai-nilai dalam sikap dan keterampilan sebagai
muatan kurikulum 2013 dan muatan pendidikan kepramukaan dapat bersinergi secara
koheren.
Materi 9
FALSAFAH
KEPRAMUKAAN PANCASILA,TRI SATYA
DASA DARMA,AD
& ART
A. Pengertian
Falsafah dan Kepramukaan
Dalam Kamus
Besar Bahsa Indonesia (KBBI) Falsafah berarti anggapan, gagasan, dan sikap
batin yang paling dasar yang dimiliki oleh orang atau masyarakat; pandangan
hidup. Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di
luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan
menarik, menyenangkan, sehat, teratur,
terarah, dan praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar dan
metode kepramukaan yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi
pekerti luhur.
B. Pokok-pokok
Pengertian Falsafah Kepramukaan
1. Pancasila
Republlik
Indonesia adalah Negara hukum yang berdasarkan falsafah Pancasila, Karena itu,
rumusan Dasadarma Pramuka berisi penjabaran dari Pancasila dalam kehidupannya
sehari-hari.
2. Trisatya
Demi
kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
1.
Menjalankan
kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan
Pancasila.
2.
Menolong
sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
3.
Menepati Dasa
Dharma.
Di dalam Trisatya ada enam kewaiiban yaitu :
1. Kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2. Kewajiban terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Kewajiban terhadap Pancasila.
4. Kewajiban terhadap sesama hidup.
5. Kewajiban terhadap masyarakat.
6. Kewajiban terhadap Dasadarrna.
Perbedaan
Trisatya penggalang dengan Trisatya penegak, pandega dan anggota dewasa adalah
Trisatya golongan penggalang tercantum kalimat mempersiapkan diri
membangun masyarakat, sedangkan pada Trisatya golongan penegak, pandega dan
anggota dewasa kalimat tersebut berubah menjadi ikut serta membangun
masyarakat.
3. DasaDharma
Dasadharma
adalah ketentuan moral. Karena itu, Dasadharma memuat pokok-pokok moral yang
harus ditanamkan kepada anggota Pramuka agar mereka dapat berkembang menjadi
manusia berwatak, warga Negara Republik Indonesia yang setia, dan sekaligus
mampu menghargai dan mencintai sesama manusia dan alam ciptaan Tuhan Yang Maha
Esa. Adapun poin-poin dasadharma sebagai berikut :
1. Darma
pertama: Takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa
Pengertian takwa adalah bermacam-macam,
antara lain: bertahan, luhur, berbakti, mengerjakan yang utama dan
meninggalakan yang tercela, hati-hati, terpelihara, dan lain-lain. Tuhan adalah
zat yang ada secara mutlak yang ada dengan. Zat yang menjadi sumber atau sebab
adanya segala sesuatu di dalam alam semesta (couse prima atau sebab pertama).
Satu atau esa pada Tuhan adalah mutlak. Satu/tunggal yang tidak dapat
dibagi-bagi dan dibandingkan.
2. Darma kedua: Cinta
alam dan kasih sayang sesama manusia
Yang dimaksud dengan cinta dan kasih saying
apabila manusia dapat ikut merasakan suka dan derita alam sekitarnya khususnya
manusia. Khususnya sebagai seorang Pramuka menganggap Pramuka lainnya baik dan
Indonesia maupun dari bangsa lain sebagai saudaranya kaarena masing-masing
mempunyai satya dan darma sebagai ketntuan moral.
3. Darma Ketiga : Patriot
yang sopan dan ksatria
Patriot berarti putra tanah air, sebagai
seorang warga Negara Reoublik Indonesia, seorang Pramuka adalah putra yang
baik, berbakti, setia dan siap siaga membela tanah airnya. Sopan adalah tingkah
laku yang halus dan menghormati orang lain. Ksatria adalah orang yang gagah
berani dan jujur. Ksatria juga mengandung arti kepahlawanan, sifat gagah berani
dan jujur.
4. Darma
keempaat: Patuh dan suka bermusyawarah.
Patuh berarti setia dan bersedia melakukan
sesuaaatu yang sudah disepakati dan ditentukan. Musyawarah adalah laku utama
seorang democrat yang menghormati pendapat orang lain. Orang yang suka
bermusyawarah terhindar dari sikap yang otoriter dan semau sendiri.
5. Darma
kelima: Rela menolong dan tabah
Rela atau ikhlas adalah perbuatan yang
dilakukan tanpa memperhitungkan untung dan rugi (tanpa pamrih). Rela menolong
berarti melakukan perbuatan baik untuk kepentingan orang lain yang kurang
mampu. Tabah atau ulet adalah suatu sikap jiwa tahan uji. Meskipun seseorang
mengetahui bahwa menjalankan tugasnya akan menghadapi kesulitan, tetapi ia
tidak mundur dan tidak ragu.
6. Darma
keenam : Rajin, terampil, dan gembira
1) Rajin
Manusia dibedakan dengan makhluk hidup yang
lain kaarena ia diciptakan mempunyai akal budi. Dengan demikian harus
mengmbangkan diri dengan membaca, menulis, dan belajar, Dengan perkataan lain,
ia menjalani proses kodrati dalam mendidik diri.
2) Terampil
Setiap manusia haarus beeerupaya untuk dapat
berdiri di atas kaki sendiri. Untuk hal itu, yang menjadi syarat utama adalah
keahlian dan keterampilan serta dapat mengerjakan suatu tugas dengan cepat dan
tepat dengan hasil yang baik.
3) Gembira
Banyak kesulitan, rintangan, dan hambatan
yang dihadapi. Dan tantangan ini akan diatasi dengan dorongan motivasi yang
kuat. Suatu upaya untuk mendapat motivasi ini adalah manusia harus dapat
berfikir cerah, berjiwa tenang, dan seimbang.
7. Darma
ketujuh: Hermat, cermat, dan bersahaja
Hemat bukan beraaati “kikir” tetapi lebih
terarah kepada dapatnya seorang Pramuka melakukan dan mengunakan suatu secara
tepat menurut kegunaannya Cermat lebih berarti “ teliti” sikap lakku seorang
Pramuka harus senantiasa teliti baik terhadap dirinya sendiri (introspeksi)
maupun yang datangnya dari laur dirinya sehingga ia senantiasa waspada. Hal ini
lebih berarti, sederhana kesederhanaan yang wajar dan tidak berlebih-lebihan
sehingga dapat memberi kemungkinan penggambaran jiwa untuk (penampilan diri)
dan menimbulkan kemampuan untuk hidup dengan apa yang didapat secaara halal
tanpa merugikan diri sendiri dan ornag lain.
8. Darma kedelapan: Disiplin, berani
dan Setia
Disiplin dalam pengertian yang luas berarti
paaaaaatuh dan mengikuti pemimpin dan atau ketentuan dan peraturan. Berani
adalah suatu sikap mental untuk bersedia menghadapi dan mengatasi suatu masalah
dan tantangan. Setia berarti tetap pada suatu pendirian dan ketentuan.
9. Darma
kesembilan: Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
Pramuka itu bertanggungjawab atas segala
sesuatu yang diperbuat baik atas perinnntah maupun tidak, terutama secara
pribadi bertanggungjawab terhadap Negara, bangsa, masyarakat dan keluarga Yang
dimaksud dengan dapat dipercaya ialah: Pramuka itu dapat dipercaya, baik
perkataannya maupun perbuatannya.
10. Darma kesepuluh : Suci dalam
pikiran Perkataan dan perbuatan
Suci dalam pikiran berarti bahwa
Pramuka tersebut selalu melihat dan memikirkan sesuatu itu pada segi baiknya
atau ada hikmahnya dan tidak terlintas sama sekali pemikiran ke arah yang tidak
baik. Suci dalam perkataan setiap apa yang telah dikatakan itu benar, jujur
seerta dapat dipercaya dengan tidak menyinggung perasaan oeng
lain. Suci dalam peerbuatan sebagai akibat dari pikiran dan
perkataan yang suci, maka Pramuka itu harus sanggup dan mampu berbuat yang baik
dan terus konsisten dalam hal tersebut.
4 AD & ART
Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga
(ART) adalah ketentuan dasar dan ketentuan operasional bagi suatu organisasi
yang mencerminkan aspirasi, visi, dan misi Gerakan Pramuka Indonesia. Pengikat
persatuan dan kesatuan Gerakan Pramuka dalam prinsip, idealism, tindak laku
baik organisatoris, sosial, maupun budaya. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran
Rumah Tangga (ART) merupakan landasan kerja dan landasan gerak Gerakan Pramuka
dalam mewujudkan visi dan misinya.
C. Prinsip
Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan
·
Prinsip Dasar
Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan
kepramukaan dari pendidikan lain.
·
Prinsip Dasar
Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan
terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan.
·
Prinsip Dasar
Kepramukaan dan Metode Kepramukaan dilaksanakan sesuai dengan kepentingan,
kebutuhan, situasi, dan kondisi masyarakat.
Materi 10
“P3K :
POKOK-POKOK TINDAKAN PERTOLONGAN, PEMBALUTAN & PEMBIDAIAN, DAN
TRANSPORTASI”
A. Pertolongan
Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
Pertolongan
Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara
terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna
dari dokter atau paramedik. Ini berarti pertolongan tersebut bukan sebagai
pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanyalah berupa pertolongan
sementara yang dilakukan oleh petugas P3K (petugas medik atau orang awam) yang
pertama kali melihat korban. Pemberian pertolongan harus secara cepat dan tepat
dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada di tempat kejadian.
Pertolongan
pertama pada kecelakaan sifatnya semantara. Artinya kita harus tetap membawa
korban ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk pertolongan lebih lanjut dan
memastikan korban mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.
B. Pelaksanaan
P3K
Sebelum melaksanakan Tindakan P3K maka perlu
dilakukan tahapan awal sebelum P3K yaitu:
1.
Penolong mengamankan
diri sendiri ( memastikan penolong telah aman dari bahaya)
2.
Amankan Korban
( evakuasi atau pindahkan korban ketempat yang lebih aman dan nyaman.
3.
Tandai tempat
Kejadian jika diperlukan untuk mencegah adanya korban baru.
4.
Usahakan
Menghubungi Tim Medis
5.
Tindakan P3K
C. Teknik
Dalam P3K
Urutan tindakan secara umum:
1.Cari keterangan penyebab kecelakaan
2.Amankan korban dari tempat berbahaya
3.Perhatikan keadaan umum korban; gangguan pernapasan,
pendarahan dan kesadaran.
4.Segera lakukan pertolongan lebih lanjut dengan sarana
yang tersedia.
5.Apabila korban sadar, langsung beritahu dan kenalkan.
Selain itu ada
juga yang dinamakan prinsip life saving, artinya kita melakukan tindakan untuk
menyelamatkan jiwa korban (gawat darurat) terlebih dahulu, baru kemudian
setelah stabil disusul tindakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang lain.
Gawat darurat adalah suatu kondisi dimana korban dalam keadaan terancam
jiwanya, dan apabila tidak ditolong pada saat itu juga jiwanya tidak bisa
terselamatkan.
D. Pembalutan
Tujuan dari
pembalutan adalah untuk mengurangi resiko kerusakan jaringan yang telah ada
sehingga mencegah maut, menguangi rasa sakit, dan mencegah cacat serta infeksi.
·
Kegunaan
pembalutan adalah:
1.
Menutup luka
agar tidak terkena cahaya, debu, kotoran, dll.
2.
Melakukan
tekanan
3.
Mengurangi
atau mencegah pembengkakan
4.
Membatasi pergerakan
5.
Mengikatkan
bidai.
·
Macam-macam
pembalutan:
1. Pembalutan segitiga atau
mitela
Pembalut segitiga dibuat dari kain putih yang tidak
berkapur (mori), kelihatan tipis, lemas dan kuat. Bisa dibuat sendiri, dengan
cara memotong lurus dari salah satu sudut suatu kain bujur sangkar yang panjang
masing-masing sisinya 90 cm sehingga diperoleh 2 buah pembalut segitiga.
2. Pembalut Plester
Digunakan untuk merekatkan kain kassa, balutan penarik
(patah tulang, sendi paha/ lutut meradang), fiksasi (tulang iga patah yang
tidak menembus kulit), Beuton (alat untuk merekatkan kedua belah pinggir luka
agar lekas tertutup).
3. Pembalut Pita Gulung.
4. Pembalut Cepat.
Pembalut ini siap
pakai terdiri dari lapisan kassa steril, dan pembalut gulung.
·
Indikasi
Pembalutan:
Menghentikan
pendarahan, melindungi bakteri/kuman pada luka, mengurang rasa nyeri.
·
Bentuk dan
Anggota Tubuh yang Dibalut:
a. Bundar, pada kepala.
b. Bulat panjang tapi lonjong, artinya kecil ke ujung, besar
ke pangkal, pada lengan bawah dan betis
c. Bulat panjang hamper sama ujung dengan pangkalnya, pada
leher, badan, lengan atas, jari tangan.
d. Tidak karuan bentuknya, pada persendian
E. Pembidaian
Bidai adalah
alat yang dipakai untuk mempertahankan kedudukan (fiksasi) tulang yang patah.
Tujuannya, menghindari gerakan yang berlebihan pada tulang yang patah. Syarat
pemasangan bidai:
1.
Bidai harus
melebihi dua persendian yang patah
2.
Bidai harus
terbuat dari bahan yang kuat, kaku dan pipih.
3.
Bidai
dibungkus agar empuk.
4.
Ikatan tidak
boleh terlalu kencang karena merusak jaringan tubuh tapi jangan kelonggaran.
·
Alat-alat bidai:
1.
Papan, bamboo,
dahan
2.
Anggota badan
sendiri
3.
Karton,
majalah, kain
4.
Bantal,
guling, selimut
F. Pernafasan
Buatan
Sering disebut
bantuan hidup dasar (BHD) atau resusitasi jantung paru (RJP) intinya adalah
melakukan oksigenasi darurat. Dilakukan pada kecelakaan:
1. Tersedak,
2. Tenggelam
3. Sengatan
Listrik,
4. Penderita
tak sadar,
5. Menghirup
gas dan atau kurang oksigen,
6. serangan
jantung usia muda, henti jantung primer tejadi.
·
Fase RJP:
A = Airway
control (pengeuasaan jalan napas),
B = Breathing
support (ventilasi buatan dan oksigenasi paru darurat)
C =
Circulation (pengenalan ada tidaknya denyut nadi)
G. Evakuasi
dan Transportasi
Evakuasi
adalah kegiatan memindahkan korban dari lokasi kecelakaan ke tempat lain yang
lebih aman dengan cara-cara yang sederhana di lakukan di daerah – daerah yang
sulit dijangkau dimulai setelah keadaan darurat. Penolong harus melakukan
evakuasi dan perawatan darurat selama perjalanan.
H. Kesalahan
Yang Sering Terjadi dalam Tindakan P3K
Kesalahan Yang
Sering Terjadi dalam Tindakan P3K - Pengertian P3K adalah bantuan yang
dilakukan dengan cepat dan tepat sebelum korban dibawa ke rujukan, sedangkan
Pertolongan Pertama (PP) adalah pemberian pertolongan segera kepada penderita
sakit atau cedera/ kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar, yaitu
suatu tindakan perawatan yang didasarkan pada kaidah ilmu kedokteran yang dapat
dimiliki oleh orang awam khusus yang dilatih memberikan pertolongan pertama.
Kesalahan Yang Sering Terjadi dalam Tindakan P3K Menurut Christopher P.
Holstege, M.D. yang sering kita lakukan adalah :
1. Menoreh bekas luka gigitan hewan berbisa.
Menoreh luka
bisa memutuskan tendon, urat syaraf dan meningkatkan resiko terkena infeksi.
Sebaiknya cukup buat ikatan pada luka dengan disertai bidai atau ranting lalu
segera bawa ke rumah sakit.
2. Mengoles mentega pada luka bakar.
Tindakan tersebut
dapat menyulitkan tindakan lebih lanjut oleh dokter dan menngkatkan resiko
terkena infeksi pada luka bakar. Cukup dinginkan luka dengan air dingin,
jaga kebersihan luka, dan menutupnya dengan kain bersih. Jangan memecahkan atau
mengorek bagian luka yang melepuh. Luka bakar dengan kondisi melepuh yang parah
harus segera dibawa ke rumah sakit.
3. Menghentikan pendarahan dengan membuat ikatan
yang bisa dikencangkan dan dilonggarkan (torniquet) diatas luka yang mengalami
pendarahan.
Tindakan
tersebut bisa menyebabkan rusaknya jaringan di daerah luka dan sekitar luka.
Tindakan yang benar untuk mengentikan pendarahan adalah menutup luka langsung
dengan kain kasa atau kain yang bersih kemudian dibalut dengan rapi dan cukup
kencang. Bawa segera ke rumah sakit apabila pendarahan tidak berhenti, luka
tetap menganga, terinfeksi atau luka disebabkan oleh gigitan hewan berbisa.
4. Memberikan terapi panas pada kondisi keseleo,
otot tegang, atau patah tulang.
Tindakan
tersebut berpotensi menyebabkan kondisi bengkak bahkan membuat proses
penyembuhan menjadi makin lama. Tindakan yang benar adalah dengan meletakan es
pada bagian tubuh yang keseleo, otot tegang, atau patah tulang selama 10 menit
dan biarkan tanpa es selama 10 menit dan seterusnya setiap 10 menit. Lakukan
hal tersebut selama 1-2 hari.
5. Memindahkan korban tabrakan dari dalam mobil
ke tempat lain.
Tindakan
tersebut malah berpotensi menebabka luka lebih arah. Pada kasus kecelakaan
sepeda motor, membuka helm korban malah berpotensi menyebabkan lumpuh atau
bahan kematian. Apabla kondisi mobil/ motor yang mengalami kecelakaan tersebut
tidak terbakar atau kondisi berbahaya lainnya, biarkan korban hingga datangnya
tim medis.
6. Mengucek mata ketika ada benda masuk ke mata.
Tindakan
tersebut bisa menyebabkan luka pada mata. Tindakan yang benar adalah dengan
mencuci mata melalui air yang mengalir.
7. Menggunakan air panas untuk menolong mereka
yang sangat kedinginan atau tubuhnya mulai membeku. Bahkan pada kondisi dimana
jari jari sudahmulai membeku, terkadang langsung direndam pada air panas.
Tindakan
tersebut bisa menyebabkan hal yang membahayakan tubuh. Tidakan yang benar
adalah cukup dengan mengunakan air yang cukup hangat atau menggunakan uap yang
kering.
8. Mengosok tubuh dengan alkohol untuk
mengurangi demam.
Alkohol bisa
menyerap kedalam tubuh dan menyebabkan keracunan terutama pada anak anak.
Tindakan yang benar adalah gunakan acetaminophen atau ibuprofen atau segera
bawa ke dokter atau rumah sakit untuk demam yang sangat tinggi .