Selasa, 20 April 2021

P3K (PERTOLONGAN PERTAMA) DALAM PRAMUKA

 


A. Pengertian PPPK / P3K

        PPPK (First Aid) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik. Berarti pertolongan tersebut bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanyalah berupa pertolongan sementara yang dilakukan oleh petugas P3K (petugas medik atau orang awam) yang pertama melihat korban.

 

B. Tujuan P3K

        Tujuan P3K dibagi menjadi 4, antara lain :

1.      Mencegah kematian

2.      Mencegah cacat yang lebih berat

3.      Mencegah infeksi

4.      Mengurangi rasa sakit dan rasa takut

Tindakan P3K yang dilakukan dengan benar akan mengurangi cacat atau penderitaan dan bahkan menyelamatkan korban dari kematian, tetapi bila tindakan P3K dilakukan tidak baik malah bisa memperburuk akibat kecelakaan bahkan membunuh korban.

 

C. Prinsip P3K

Beberapa prinsip yang harus ditanamkan pada jiwa petugas P3K apabila menghadapi kecelakaan adalah sebagai berikut ini:

  1. Bersikaplah tenang, jangan panik. Anda diharap menjadi penolong bukan pembunuh atau menjadi korban selanjutnya (ditolong).
  2. Gunakan mata dengan jeli, setajam mata elang (mampu melihat burung kecil diantara dedaunan), kuatkan hatimu/ tega melakukan tindakan yang membuat korban menjerit kesakitan sementara demi keselamatannya, lakukan gerakan dengan tangkas dan tepat tanpa menambah kerusakan. (“Eagle eyes – Lion heart – Ladies hand”)
  3. Perhatikan keadaan sekitar kecelakaan cara terjadinya kecelakaan, cuaca dan sebagainya
  4. Perhatikan keadaan penderita apakah pingsan, ada perdarahan dan luka, patah tulang, merasa sangat kesakitan
  5. Periksa pernafasan korban. Kalau tidak bernafas, periksa dan bersihkan jalan nafas lalu berikan pernafasan bantuan (A, B = Airway, Breathing management)
  6. Periksa nadi/ denyut jantung korban. Kalau jantung berhenti, lakukan pijat jantung luar. Kalau ada perdarahan massif segera hentikan (C = Circulatory management)
  7. Apakah penderita Shock? Kalau shock cari dan atasi penyebabnya
  8. Setelah A, B, dan C stabil, periksa ulang cedera penyebab atau penyerta. Kalau ada fraktur (patah tulang lakukan pembidaian pada tulang yang patah). Janagn buru-buru menmindahkan atau membawa ke klinik atau rumah sakit sebelum tulang yang patah dibidai.
  9. Sementara memberikan pertolongan, anda juga harus menghubungi petugas medis atau rumah sakit rujukan.
  10. Setiap menemukan korban yang baru mati dengan tidak sewajarnya tanpa mengetahui penyebab kematian, maka urutan langkah penanganan harus baku menurut urutan A, B dan C sesuai kedaruratan penyebab kematian korban.

 

Pertolongan Pertama

 

1. Untuk pasien yang berhenti bernafas

 

        Kalau seseorang tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan. Cara yang paling praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke paru-paru korban.

 

Langkah-langkah pertolongan dengan napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut:

  • Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu mendongak ke atas
  • Rahang ditarik sampai mulut terbuka
  • Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya.

Tiup ke mulut/hidung korban, kepada : 

  • Orang dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit. 
  • Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit.

2. Bagi korban sengatan listrik

  • Penolong hendaknya berdiri di atas karet, karton, papan, atau karpet yang dalam keadaan kering.
  • Gunakan tongkat kering/papan kering untuk menarik atau mendorong kawat beraliran listrik yang menempel pada tubuh korban
  • Setelah kontak dengan aliran listrik tiada lagi, selanjutnya segera dilakukan nafas buatan sampai bantuan medis datang

 

3. Bagi pasien yang menderita pendarahan parah

  • Luka hendaknya ditutup kain kasa kompres yang steril, selanjutnya kain kasa kompres tersebut ditekan kuat-kuat dengan tangan sampai pendarahan berhenti.
  • Untuk menutup luka biasa juga menggunakan bahan yang bersih lainnya, misalnya kasa steril, saputangan bersih lainnya, handuk atau sobekan sprei yang semuanya sudah dicuci dan disetrika.
  • Kalau tidak tersedia peralatan yang steril, jangan ragu-ragu lagi menggunakan baju kotor atau tangan telanjang untuk menekan bagian yang luka agar darah tidak terus menerus mengucur karena kehilangan darah dari tubuh korban lebih berbahaya daripada resiko infeksi.
  • Luka yang sudah berdarah tidak boleh dibersihkan karena pendarahan akan membersihkan luka itu sendiri, yang boleh dibersihkan adalah kulit di sekitar luka, dengan air sabun atau air ledeng biasa atau air yang sudah dimasak.

 

4. Pertolongan pertama mengurangi shok

 

        Setiap kecelakaan, kebakaran, keracunan yang parah, sering kali disertai dengan shok baik ringan atau parah, bahkan sampai fatal, karena shok merupakan reaksi tubuh yang ditandai oleh melambatnya atau terhentinya peredaran darah dan berakibat penurunan persediaan darah pada organ-organ penting.

 

Tanda-tanda Shok

  • Denyut nadi cepat tapi lemah
  • Merasa lemas
  • Muka pucat
  • Kulit dingin, kerinagt dingin di kening dan telapak tangan, kadang-kadang pasien menggigil
  • Merasa haus
  • Merasa mual
  • Nafas tidak teratur
  • Tekanan darah sangat rendah

Pertolongan Pertama Mengurangi Shok antara lain dilakukan dengan cara :

  • Menghentikan pendarahan
  • Meniadakan hambatan-hambatan pada saluran nafas
  • Memberi nafas buatan
  • Menyelimuti dan meletakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan

Langkah-langkah Pelaksanaan Pertolongan Pertama Mengurangi Shok :

  • Pada semua kasus pendarahan serius, penderita selalu diancam shok, untuk itu diselimuti dan letakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan dan semua yang mengikat pada tubuh harus dilepaskan termasuk ikat pinggang.
  • Bila kaki tidak patah, tungkai dapat ditinggikan 30-45 cm di atas posisi kepala.
  • Selimuti pasien dan hindarkan dari lantai serta udara dingin
  • Usahakan pasien tidak melihat lukanya
  • Pasien/penderita yang sadar, tidak muntah dan tidak mengalami luka di perut, dapat diberi larutan shok yang terdiri dari :
    1. 1 sendok teh garam dapur
    2. ½ sendok teh tepung soda kue
    3. 4-5 gelas air
    4. dan bisa juga ditambah air kelapa/kopi kental/teh
  • perlakukan pasien dengan lemah lembut, sebab rasa nyeri akibat penanganan yang kasar bisa menjerumuskan korban pada shok yang lebih parah.
  • cepat-cepat panggil dokter

5. Patah Tulang

 

Fraktur tulang paha bagian atas

  • Sebelum memasang bidai usahakan meluruskan tulang seanatomis mungkin
  • Pasang bidai luar dari tumit hingga pinggang
  • Pasang bidai dalam dari tumit hingga selangkangan
  • Ikat dengan pembalut dasi lipatan 2 kali diatas dan diawah bagian yang patah
  • Tulang betis diikat dengan pembalut dasi lipatan 1 kali
  • Kedua lutut diikat dengan pembalut dasi lipatan 2 kali
  • Tumit diikat dengan pembalut dasi lipatan 3 kali
  • Bagian yang patah ditinggikan

Fraktur tulang paha bagian bawah

  • Pasang bidai luar dan dalam sepanjang tungkai
  • Pasang bidai dalam dari tumit hingga selangkangan
  • Ikat dengan pembalut dasi lipatan 2 kali diatas dan diawah bagian yang patah
  • Tulang betis diikat dengan pembalut dasi lipatan 1 kali
  • Kedua lutut diikat dengan pembalut dasi lipatan 2 kali
  • Tumit diikat dengan pembalut dasi lipatan 3 kali
  • Bagian yang patah ditinggikan

Fraktur tungkai bawah

  • Pasang bidai yang sudah dibungkus selimut dari tumit sampai paha bagian bawah
  • Berikan bantalan dibawah lutut dan pergelangan kaki

Fraktur tulang leher

  • Sangat berbahaya karena didalamnya ada MS (Medula spinalis/ SSTB) dan pembuluh darah
  • Cegah terjadinya shock
  • Bersihkan jalan nafas
  • Pasang Colar spine (penyangga leher)
  • Angkat ke atas tandu (Stretcher)
  • Baringkan dengan dipasang ganjal sekeliling leher

6. Luka gigitan anjing gila

 

        Anjing gila bergerak tanpa tujuan dan tanpa arah sehingga sering menabrak dan menggigit sesuatu yang menghalanginya, tidak mengenal tuannya lagi, badan sedikit membungkuk dan ekor jatuh, lidah menjulur dan mengeluarkan lendir dan takut air. Penyakit gila anjing disebabkan virus Rabies, dan penularannya ke anjing atau mahkluk lain termasuk manusia adalah lewat ludah yang mengandung virus rabies masuk ke dalam darah lewat luka gigitan.

 

Tindakan P3K :

  • Bersihkan luka dengan air dan sabun dibawah keran yang mengalir deras. Virus akan larut pada sabun dan dibuang oleh air yang mengalir.
  • Tutup luka dengan kain kasa steril dan balut
  • Bawa segera ke rumah sakit
  • Upayakan menangkap dan mengamati anjing tersebut selama 2 minggu

 

Pertolongan tepat dalam beberapa kasus kesehatan yang sering terjadi.



 

1.      Pingsan

Kehilangan kesadaran atau pingsan bisa terjadi karena beberapa alsan. Misalnya adalah saat terkena sinar matahari terlalu lama. Maka pertolongan paling tepat adalah dengan memindahkan korban ke tempat yang lebih teduh. Segera mungkin dapatkan air dingin untuk mengompres. Pijatlah kaki dan tangan, apabila tidak ada perubahan segera hubungi dokter.

Pingsan bisa juga terjadi akibat kelelahan. Si korban akan mengalami kunang – kunang, kesadaran menurun, dan berkeringat. Untuk menolongnya, segera baringkan di tempat datar. Usahakan posisi kepala lebih rendah untuk membantu memperlancar aliran darah. Beri bau – bauan agar lekas sadar.

2.      Kaki Kesleo

Jika kesleo maka cara menolongnya adalah mengompres kaki dengan air hangat, lalu diurut dengan hati – hati. Pasangkan kness dekker bila ada dan balut. Jangan lupa untuk mengistirahatkan korban dan menganjurkan agar tidak banyak melakukan gerakan berbahaya misalnya mencoba untuk berlari atau menyeret kaki.

3. Mountain Sickness

Penyakit gunung ini bisa terjadi lantaran korban mengalami hipotermia. Pertolongan yang bisa dilakukan adalah dengan menambah suhu atau kehangatan untuk korban. Berikan minum hangat, salurkan panas tubuh dengan pelukan, beri pakaian tambahan seperti selimut tebal, dan baringkan sambil menyuruhnya untuk melakukan gerakan ringan seperti membuka – tutup telapak tangan.

 

TEKNIK UPACARA PEMBUKA DAN PENUTUP DALAM PRAMUKA

 

TEKNIK UPACARA PEMBUKA DAN PENUTUP DALAM PRAMUKA


Bentuk upacara penggalang.

Pengertian upacara

Upacara adalah serangkaian perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan khidmat sehingga merupakan kegiatan yang teratur dan tertib,untuk membentuk suatu tradisi dan budi pekerti yang baik.

Tujuan upacara dalam Gerakan Pramuka adalah membentuk manusia yang berbudi pekerti luhur sehingga menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila seperti yang tercantum dalam tujuan Gerakan Pramuka (AD GP)

Sebelum memulai dan sesudah melaksanakan latihan, wajib untuk melaksanakan upacara. Upacara yang dilaksanakan sebelum latihan disebut upacara pembukaan latihan (Upabuklat) dan upacara yang dilaksanakan sesudah latihan disebut upacara penutupan latihan (Upatuplat).

Sasaran upacara dalam Gerakan Pramuka ialah agar peserta didik :

1.      Memiliki rasa cinta tanah air, bangsa dan negara; memiliki rasa tanggungjawab dan disiplin pribadi; selalu tertib dalam kehidupan sehari-hari.

2.      Memiliki jiwa gotong royong dan percaya kepada orang lain

3.      Dapat memimpin dan dipimpin

4.      Dapat melaksanakan upacara dengan khidmat dan tertib;meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Unsur-unsur   pokok   dalam   upacara   Gerakan   Pramuka   ialah :

1.      Bentuk   barisan

2.      Pengibaran Bendera Merah Putih

3.      Pembacaan Pancasila,

4.      Pembacaan Kode Kehormatan,

5.      Doa.

        Berikut adalah tata upacara dalam Pasukan Pramuka Penggalang : 

1. Upacara Pembukaan Latihan

Perlengkapan upacara :

v Bendera Merah Putih

v Tiang Bendera (tongkat yang disambung tiga)

v Teks Pancasila

v Teks Dasadarma

Pelaksana upacara :

v  Pemimpin upacara (Pratama): 1 orang

v  Pembina upacara: 1 orang

v  Pengibar Bendera: 3 orang

v  Pembaca Dasadarma: 1 orang

Persiapan :

v  Pemeriksaan kerapian, absensi, oleh masing-masing pimpinan Regu.

v  Pembagian tugas pelaksana dan persiapan perlengkapan upacara oleh regu yang bertugas

v  Pratama membentuk barisan angkare dan memeriksa kerapian barisan upacara.

Pelaksanaan Upacara Pembukaan Latihan :

v  Laporan masing-masing Pimpinan regu kepada Pratama (sebelum laporan, Pinru paling kanan memimpin penghormatan kepada Pratama).

v  Pratama menjemput Pembina Upacara sekaligus laporan bahwa upacara siap dilaksanakan.

v  Pembina Upacara mengambil tempat di samping kanan belakang tiang bendera dan Pembantu Pembina berada dibelakang Pembina Upacara dalam bentuk barisan bersaf.

v  Pembina Upacara melangkah satu langkah, penghormatan dipimpin oleh Pratama dan diikuti seluruh perserta upacara.

v  Pratama menyerahkan Pasukan kepada Pembina Upacara, dan kembali ke tempatnya/ regunya.

v  Pengibaran Bendera Merah Putih oleh petugas bendera, penghormatan dipimpin oleh Pembina Upacara.

v  Pembacaan teks Pancasila oleh Pembina Upacara.

v  Pembacaan Dasadarma oleh yang bertugas.

v  Kata pengantar dari Pembina Upacara tentang tema atau acara latihan.

v  Doa dipimpin oleh Pembina Upacara.

v  Pasukan diserahkan kepada Pratama, penghormatan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Pratama.

v  Pembina Upacara meninggalkan lapangan upacara dan mengucapkan terima kasih kepada Pembantu Pembina.

v  Pratama membubarkan barisan upacara untuk mengikuti latihan.

2. Upacara Penutupan Latihan

 Perlengkapan upacara :

v  Bendera Merah Putih

v  Tiang Bendera (tongkat yang disambung tiga)

Pelaksana upacara :

v  Pemimpin upacara (Pratama): 1 orang

v  Pembina upacara: 1 orang

v  Penurun Bendera: 3 orang

Persiapan :

v  Pemeriksaan kerapian oleh masing-masing pimpinan Regu.

v  Pembagian tugas pelaksana dan persiapan perlengkapan upacara oleh regu yang bertugas.

v  Pratama membentuk barisan angkare dan memeriksa kerapian barisan upacara.

Pelaksanaan Upacara Pembukaan Latihan :

v  Laporan masing-masing Pimpinan regu kepada Pratama (sebelum laporan, Pinru paling kanan memimpin penghormatan kepada Pratama).

v  Pratama menjemput Pembina Upacara sekaligus laporan bahwa upacara siap dilaksanakan.

v  Pembina Upacara mengambil tempat di samping kanan belakang tiang bendera dan Pembantu Pembina berada dibelakang Pembina Upacara dalam bentuk barisan bersaf.

v  Pembina Upacara melangkah satu langkah, penghormatan dipimpin oleh Pratama dan diikuti seluruh peserta upacara.

v  Pratama menyerahkan Pasukan kepada Pembina Upacara, dan kembali ke tempatnya/regunya.

v  Penurunan Bendera Merah Putih oleh petugas bendera, penghormatan dipimpin oleh Pembina Upacara. (Saat penurun bendera kembali ke tempatnya tidak boleh balik kanan).

v  Kata arahan dari Pembina Upacara tentang pelaksanaan latihan atau acara latihan berikutnya.

v  Doa dipimpin oleh Pembina Upacara.

v  Pasukan diserahkan kepada Pratama, penghormatan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Pratama.

v  Pembina Upacara meninggalkan lapangan upacara dan mengucapkan terima kasih kepada Pembantu Pembina.

v  Pratama membubarkan barisan upacara.